Mahasiswa Teknik Mesin UMM Sukses Mendesain Alat Elektrolisis Hidrogen Ramah Lingkungan

Mohammad Amin Abil, seorang mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), telah menciptakan sebuah inovasi yang menjanjikan dalam bidang energi dan lingkungan. Ia berhasil mendesain alat bernama EH1 (Elektrolisis Hidrogen 1) yang dapat memecah air sungai menjadi oksigen dan hidrogen industri. Temuannya ini memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai sektor, termasuk kesehatan dan transportasi. Amin menjelaskan bahwa ide tersebut muncul karena Indonesia memiliki banyak sungai yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dalam wawancaranya, Amin mengatakan, “Saya berpikir, jika sungai-sungai ini dapat dimanfaatkan, maka Indonesia bisa menjadi lebih maju di masa depan.” Bersama dengan dua temannya, Evita Leninda Fahriza Ayuni dan Shahrul Asy’ari, Amin memanfaatkan arus air sungai untuk memutar turbin Archimedes dan menghasilkan listrik. Listrik tersebut kemudian digunakan dalam proses elektrolisis untuk memecah air menjadi hidrogen dan oksigen. Hasilnya, hidrogen digunakan sebagai bahan bakar nol emisi yang ramah lingkungan, sedangkan oksigen dapat mendukung layanan kesehatan seperti di rumah sakit. Keberhasilan inovasi mereka juga terbukti saat EH1 meraih Medali Perunggu dalam ajang Thailand Inventor’s Day 2023 yang diselenggarakan di Trade and Exhibition Centre (BITEC) pada bulan Februari lalu. Amin yakin bahwa temuannya dapat menjadi terobosan strategis dalam menghadapi isu-isu bahan bakar ramah lingkungan. Amin berpendapat bahwa saat ini banyak negara maju, termasuk Eropa dan Singapura, telah mengadopsi kendaraan berbahan bakar hidrogen, seperti kereta dan mobil. Ia berharap Indonesia juga dapat ikut serta dalam penggunaan teknologi ini. Menurutnya, Indonesia harus berpikir maju dan memiliki keyakinan bahwa negara ini bisa menjadi lebih baik di masa depan, termasuk dalam bidang teknologi. Proses pengembangan EH1 juga melibatkan bimbingan dari beberapa dosen di UMM, antara lain Dini Kurniawati, ST. MT., Dr. Ir. Achmad Fauzan Soegiharto, MT., dan Andinusa Rahmandhika, S.T., M.Eng. Kontribusi dosen-dosen ini memberikan masukan berharga sehingga alat ini dapat dibuat dengan hasil maksimal. Selama proses pengembangannya, EH1 benar-benar mengutamakan keberlanjutan lingkungan. Amin menjelaskan bahwa seluruh proses yang dilakukan oleh timnya sangat ramah lingkungan. Bahkan, penggunaan turbin Archimedes dilakukan dengan memperhatikan keberlangsungan lingkungan sekitar, sehingga ikan tetap dapat hidup tanpa gangguan. Shared:
Program Studi Teknik Mesin UMM Meraih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri

Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru-baru ini berhasil meraih predikat unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Pengakuan ini menandai prestasi gemilang program studi dalam memberikan pendidikan berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri. Melalui proses evaluasi yang ketat, LAM memberikan predikat unggul kepada Program Studi Teknik Mesin UMM. Akreditasi tersebut menegaskan kualitas pendidikan yang diberikan oleh program studi ini, serta peningkatan terus-menerus dalam kurikulum dan fasilitas yang disediakan. Dalam penilaian LAM, Program Studi Teknik Mesin UMM mendapatkan nilai yang sangat baik dalam aspek-aspek utama seperti kurikulum, pengajaran, penelitian, dan fasilitas. Keunggulan program studi ini terlihat dari penerapan kurikulum yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini dan kebutuhan industri. Ir. Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D, Ketua Program Studi UMM, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh Program Studi Teknik Mesin. Ia menyebutkan, “Pencapaian ini merupakan bukti dari komitmen kami dalam menyediakan pendidikan teknik mesin yang berkualitas tinggi. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, mengikuti perkembangan industri, dan menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam dunia kerja.” Keberhasilan ini juga memperkuat posisi UMM sebagai salah satu perguruan tinggi yang berkomitmen dalam menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing tinggi. Program Studi Teknik Mesin UMM telah melahirkan lulusan yang sukses dan mendapat apresiasi di dunia industri. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Program Studi Teknik Mesin UMM terus melakukan kerja sama dengan industri terkait. Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis dan pengetahuan yang relevan dengan dunia kerja. Penghargaan dari LAM juga memberikan motivasi bagi Program Studi Teknik Mesin UMM untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar pendidikan yang ditawarkan. Program studi ini akan terus memperkuat kurikulum, fasilitas, dan kualitas pengajaran guna menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Dengan meraih predikat unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri, Program Studi Teknik Mesin UMM semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pilihan terbaik bagi para calon mahasiswa yang berminat dalam bidang teknik mesin. Prestasi ini juga menjadi sumber inspirasi bagi seluruh civitas akademika UMM untuk terus mengembangkan standar pendidikan yang tinggi dan relevan dengan tuntutan zaman. Shared:
Mahasiswa Kelas Internasional Raih Best Presenter Seminar Internasional ICONTINE
Tiga mahasiswa kelas internasional Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Naufal, Evita, dan Lutfi, yang saat ini menginjak semester 5, telah meraih penghargaan sebagai Best Presenter dalam International Conference on Technology, Informatics, and Engineering (ICon-TINE) 2022. Acara ini diselenggarakan secara Hybrid di Rayz Hotel dan secara daring, dihadiri oleh dosen, mahasiswa, peneliti, dan profesional industri dari berbagai negara termasuk Jepang, Polandia, Malaysia, Taiwan, Pakistan, Afganistan, India, Timor Leste, dan Indonesia. Naufal, Evita, dan Lutfi menjadi presenter artikel yang disusun bersama dosen pembimbing mereka. Dalam kesempatan tersebut, Lutfi berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu Best Presenter setelah mempresentasikan artikelnya bersama dosen dengan judul “Aerodynamic Analysis in the Design of a Sports Car Body Based on Autodesk Inventor and Autodesk CFD Software”. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi mereka sendiri, tetapi juga bagi Program Studi Teknik Mesin UMM dan institusi secara keseluruhan. Naufal, Evita, dan Lutfi menyatakan bahwa kesempatan ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa dan berharap rekan mahasiswa yang lain dapat turut merasakannya. Koordinator kelas internasional, Nur Hasanah, S.T., M.Sc, menyampaikan apresiasi atas pencapaian gemilang ini. “Prestasi ini menunjukkan komitmen dan kemampuan luar biasa dari mahasiswa kami dalam menghadapi tantangan di tingkat internasional. Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan menjadi duta yang gemilang bagi UMM di kancah internasional,” ujarnya. Prestasi ini menegaskan bahwa mahasiswa UMM memiliki potensi yang besar untuk bersaing dan berkontribusi dalam panggung internasional dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan rekayasa. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi mahasiswa mendatang untuk terus mengejar prestasi dan memperjuangkan cita-cita mereka di tingkat global. Shared:
Mahasiswa Teknik Mesin UMM Pamerkan Karya Inovasi Di MEXPO 2022

Foto Bersama Wakil Rektor 1, Dekan Fakultas Teknik, beserta Dosen-Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (10/08) di Helipad UMM. Program studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang menggelar acara tahunan yaitu Mechanical Engineering Expo (MEXPO) 2022. Acara tersebut diadakan pada hari Rabu, 10 Agustus 2022 yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Indonesia dan dihadiri oleh pengunjung dari UMKM, mahasiswa Teknik Mesin UMM, ratusan siswa SMA/SMK di Malang, dan alumni. Wakil Rektor 1 dan Dekan Fakultas Teknik memberi pembukaan acara yang sangat meriah dengan bersama-sama menekan tombol sirine sehingga terdengar ke seluruh penjuru kampus. Penampilan tari dari UKM Sansekerta juga ikut memeriahkan pembukaan acara. Tak hanya itu saja keseruan acara ini, pemenang lomba Video Kreatif dan Vlog memperoleh hadiah yang sangat menggiurkan, dimana lomba tersebut sudah berlangsung H-5 MEXPO 2022 yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen Teknik Mesin UMM. Pembukaan MEXPO 2022 Oleh Wakil Rektor 1 dan Dekan Fakultas Teknik, Rabu (10/08) di Helipad UMM. Selama acara berlangsung, para pengujung juga bisa ganti oli gratis untuk semua jenis sepeda motor. Selagi menunggu sepeda motor selesai, pengujung bisa melihat karya-karya mahasiswa dan hasil kerja LSO Teknik, seperti Mekatronic, Otomotif, Surya Team, dan Robotica. Ganti Oli Gratis oleh LSO Otomotif, Rabu (10/08) di Helipad UMM. Selain untuk memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Indonesia, tujuan utama dari MEXPO ini adalah untuk memamerkan karya inovasi mahasiswa untuk membantu UMKM kecil dan sebagai pemenuhan skema PKKM. Iis Siti Aisyah, ST., MT. Ph.D selaku ketua pelaksana Mexpo mengatakan bahwa semua alat yang dipamerkan sebagai bentuk apresiasi pada hasil kerja mata kuliah Project Design Team (PDT), Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM), pelatihan, pengabdian, dll. Sebelum mahasiswa mulai mengerjakan, mereka dikirim ke 60 UMKM di Malang dan harus mencari permasalahan yang sedang terjadi, lalu mereka merencanakan solusi untuk permasalahan tersebut. Beberapa karya yang diberikan kepada UMKM pada saat pelaksanaan MEXPO 2022 adalah mesin roasting kopi otomatis dan mesin pengupas kentang. Penyerahan Alat Kepada UMKM oleh Wakil Rektor 1, Dekan Fakultas Teknik, dan Ketua Prodi Teknik Mesin, Rabu (10/08) di Helipad UMM. Besar apresiasi diberikan kepada jajaran mahasiswa dan alumni yang telah bekerja keras mengadakan dan merancang sepenuhnya MEXPO 2022 ini. Ir. Ali Mokhtar, MT, salah satu dosen PDT Teknik Mesin, bangga dengan kesuksesan acara ini karena dapat memamerkan karya mahasiswanya hingga alat tersebut diberikan kepada UMKM yang sangat membutuhkan. Iis Siti Asiyah, ST., MT., Ph.D., Ketua Prodi Teknik Mesin, berharap Mexpo 2023 dapat menjangkau sasaran lebih luas dari tahun ini. “Karena tahun ini mengundang UMKM, saya berharap ke depannya bisa menjangkau sasaran lebih luas dan bisa menjadi sarana komunikasi yang baik antara alumni dan mahasiswa,” harapnya. “Dengan diadakannya MEXPO 2022 ini diharapkan bisa menarik minat siswa SMA dan SMK untuk berkuliah di Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang tahun depan.” lanjutnya. (/*nad) Shared:
Teknik Mesin UMM Gelar Lokakarya Evaluasi Kurikulum

Pengembangan Kurikulum merupakan hak dan kewajiban setiap perguruan tinggi yang dimana terdapat dalam program MBKM. Dosen Teknik Mesin UMM menggelar kegiatan workshop Lokakarya Evaluasi Kurikulum yang dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Sabtu, Tanggal 03 Juli 2021 dengan tema “ Lokakarya Evaluasi Kurikulum IABEE “ untuk mendukung jalannya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Keberhasilan pelaksanaan Kurikulum IABEE pada prodi Teknik Mesin. Acara tersebut di isi oleh pemateri yang berasal dari eksternal yakni Bpk. Dr. Ir. Syamsul Arifin, MT yang merupakan dosen Teknik Fisika ITS. Dalam acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh dosen Teknik Mesin UMM saja, namun juga dihadiri oleh dosen dari jurusan teknik di UMM lainnya dan juga dosen dari jurusan teknik luar UMM. Adapun Tujuan dilaksanakannya Lokakarya Evaluasi Kurikulum IABEE ini yaitu untuk penguatan kurikulum pada prodi Teknik Mesin UMM yang dimana saat ini prodi sedang mempersiapkan Kurikulum yang baik dan sesuai dengan standart Kurikulum IABEE yang nantinya akan diberikan kepada mahasiswa Teknik Mesin UMM, dengan mengikuti kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang saat ini telah dilaksanakan oleh pemerintah melalui kemendikbud. Dalam workshop ini, pemateri menjelaskan mengenai hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kurikulum IABEE ini dan memberikan contoh bagaimana gambaran program MBKM melalui magang mahasiswa yang dilakukan dengan mengambil 20 SKS sesuai dengan kebijakan yang telah diberikan oleh pemerintah. Workshop lokakarya Evaluasi Kurikulum ini dilaksanakan dengan harapan agar, prodi Teknik Mesin UMM dapat menjalankan Kurikulum IABEE ini dengan sebagaimana mestinya dan mewujudkan Profil lulusan Teknik Mesin yang memiliki dasar pengetahuan, sikap dan ketrampilan profesional dalam bidang teknik mesin, sehingga mampu bekerja dibidangnya, mampu beradaptasi dan mengembangkan diri dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta jiwa kewirausahaan. Shared:
PERAN ENGINEER DI MASA COVID-19 – INTERMEZO 4

Sabtu (23/5) Keprihatinan akan kurangnya alat pelindung diri (APD) serta kesadaran masyarakat yang masih minim memunculkan tanda tanya besar tentang keberhasilan penanganan Covid-19 di Indonesia. Peningkatan jumlah kasus positif yang terinfeksi virus corona tidak sebanding dengan suplai kebutuhan tenaga medis dalam hal sarana & prasarana. Lantas, bagaimana kesiapan kita dalam menyambut “new normal” yang sudah digaungkan oleh pemerintah? Inovasi dan adaptasi, setidaknya 2 hal tersebut yang menjadi fokus utama dari para engineer pada kondisi pandemi seperti saat ini. 2 hal tersebut yang kemudian menginisiasi Jurusan Teknik Mesin UMM untuk mengadakan diskusi ringan pada INTERMEZO (Inspirasi Teknologi Rekayasa melalui Zoom) yang bertajuk “Peran Engineer di masa Covid-19”. Pada webinar tersebut, dihadirkan 2 orang narasumber, yaitu Wahyu Caesarendra, ST., M.Eng., Ph.D (Asisten Profesor di University Brunei Darussalam) dan Ir. Sudarman, MT. (Dosen Jurusan Teknik Mesin UMM). Intermezo tersebut dimoderatori oleh salah satu dosen Teknik Mesin UMM, Andinusa Rahmandhika, ST., M.Eng. Pada kesempatan tersebut, Caesar menjelaskan tips dan trik seorang engineer untuk dapat menghasilkan ide yang bagus. Ide tersebut tidak hanya sebatas gagasan, namun harus ditindak lanjuti sehingga berguna bagi masyarakat luas. Menurut Caesar setidaknya terdapat 3 skill yang harus dimiliki oleh engineer sehingga ide yang dimiliki dapat diaplikasikan, yaitu innovation-enterpreneurship, frugal engineering, dan product design engineering. Pada presentasinya, Caesar juga memperkenalkan APD yang telah dibuatnya, berupa inovasi defender full mask untuk tenaga medis. “Alat ini saya namakan Adaptor Caesar Valve, dimana terdapat kombinasi full face snorkel mask dan HME filter sehingga sirkulasi udara di dalam masker berjalan dengan baik,” jelas Caesar. “Adaptor Caesar Valve sudah kami daftarkan di HKI dan memperbaiki masker-masker yang sebelumnya membuat tenaga medis sulit bernapas,” imbuhnya. Selanjutnya, Sudarman memberikan pemaparan mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi “new normal”. Pada dasarnya, pemerintah terlalu cepat menerbitkan keputusan tersebut, mengingat trend angka sebaran covid-19 masih belum melandai. Sudarman juga mengingatkan pada para mahasiswa bahwa peluang untuk bersaing untuk mendapatkan pekerjaan akan semakin ketat. “Adaptasi pada kondisi yang baru setelah pandemic tidak akan sama dengan sebelumnya, engineer yang bertahan adalah dia yang memiliki kemampuan analitis yang kuat,” kata Sudarman. “Bila kemampuan analitis untuk mengambil peluang dimiliki, kita tidak perlu bersaing lagi untuk mencari kerja, namun mampu menghasilkan lapangan kerja,” paparnya. Diskusi ini menarik animo banyak kalangan, terlihat dari audience Intermezo yang beragam, mulai dari mahasiswa baru, mahasiswa tingkat akhir, bahkan dosen dari beberapa perguruan tinggi lainnya. Banyak pertanyaan yang dilontarkan dari para akademisi menunjukkan antusiasme yang besar atas terselenggaranya webinar yang dinamakan INTERMEZO tersebut. “Intermezo merupakan sarana yang baik untuk menarik minat calon mahasiswa baru sekaligus memberikan wawasan yang luas pada publik dari sudut pandang yang berbeda. Kami harap program ini semakin berkembang, serta ilmu yang didapatkan dapat terserap dengan baik oleh para peserta,” sekretaris Jurusan Teknik Mesin UMM, Iis Siti Aisyah. Shared:
PELUANG PMMB DI PT INKA – INTERMEZO 3

Jum’at (15/5) Peran mahasiswa sebagai agent of change sangat dipengaruhi oleh skills yang didapat selama perkuliahan. Hal tersebut bisa didapat baik dalam proses belajar di kelas ataupun praktek di laboratorium. Sebelum memasuki dunia kerja, mahasiswa dapat mengaplikasikan skills yang dimilikinya tersebut ketika praktek kerja atau magang di perusahaan terrtentu. Kegiatan magang ini sejalan dengan program pemerintah dengan adanya program PMMB, yaitu Program Mahasiswa Magang Bersertifikat. Program pemerintah ini telah menggandeng ratusan BUMN untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa di seluruh Indonesia. Salah satu BUMN yang ikut berpartisipasi dalam program ini adalah PT INKA. Perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan maintenance kereta api ini memberikan kesempatan yang sangat luas bagi mahasiswa yang berkeinginan untuk magang dari berbagai disiplin ilmu, khususnya teknik. Maka dari itu Jurusan Teknik Mesin UMM mendatangkan langsung narasumber dari PT INKA pada acara INTERMEZO (Inspirasi Teknologi Rekayasa melalui Zoom), yaitu Ibu Hanna Dita Puspita (Senior Manager Pengembangan SDM & Diklat) dan Bapak M. Evan Wiryawan (Senior Manager Desain Mekanik). Pada kesempatan ini, Ibu Hanna menjelaskan tentang manfaat yang didapat oleh mahasiswa peserta magang, fasilitas apa saja yang didapat selama program berjalan, dan bagaimana alur pendaftaran magang di PT INKA. Selain dapat meningkatkan kemampuan dan mempraktekkan skills yang dimiliki, mahasiswa peserta magang tentu akan mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga selama program ini. “Selain itu diakhir program peserta akan mendapatkan sertifikasi kompetensi yang tentu akan sangat berguna bagi mahasiswa setelah lulus”, imbuh Beliau. Untuk proses pendaftaran juga sangat mudah, calon peserta bisa melihat di website resmi perusahaan atau FHCI untuk mendapatkan informasi seputar jadwal dan persyaratan program ini. Pada kesempatan kedua, Bapak Evan memaparkan aktivitas dalam berbagai bidang, baik itu bidang desain, engineering, produksi, dan juga inspeksi. Dalam berbagai bidang ini tentunya dibutuhkan kemampuan spesifik yang berbeda. Hal ini dapat menjadi pilihan bagi calon peserta magang untuk menentukan bidang yang sesuai dengan minat masing-masing. “Banyak sekali program atau software yang dapat membantu penyelesaian berbagai masalah pada bidang-bidang tersebut”, kata Beliau. Beliau juga menambahkan contoh analisa dalam salah satu permasalahan yang ditemui pada sistem yang akan didesain. Hal ini tentu menjadi peluang yang sangat besar bagi mahasiswa teknik, khususnya Teknik Mesin untuk dapat berkontribusi pada program ini. Dalam acara INTERMEZO yang dimoderatori oleh Mohamad Irkham Mamungkas, ST., MT. (salah satu dosen Teknik Mesin UMM) ini,para peserta juga nampak sangat antusias. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang ditujukan kepada kedua pemateri. Dari beberapa pertanyaan kesemuanya dapat dijawab dan dijelaskan dengan baik oleh kedua narasumber. Akhirnya, dengan diadakan kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang baik antara Universitas Muhammadiyah Malang dengan PT INKA. Selain itu juga akan membuka kesempatan yang lebih luas agar mahasiswa Teknik Mesin UMM dapat ikut serta pada program PMMB di PT INKA pada periode yang akan datang. Shared:
MAGANG BUMN – INTERMEZO 2

Jum’at (1/5) Program Magang Mahasiswa Bersertifikat bertujuanuntuk menjawab tantangan SDM BUMN dimasa yang akan datang, menciptakan SDM unggul dengan kompetensi yang mumpuni melalui Pemagangan di BUMN dan Mencetak SDM yang berdaya saing global.Melalui Program Magang Mahasiswa Bersertifikat inidiharapkan terjadiSinergi melalui BUMN Hadir Untuk Negeri, Kandidat rekrutment untuk BUMN terkait, dan Menciptakan SDM yang berjiwa Entreprenuersesuai dengan kebutuhan BUMN. Untuk memberikan inspirasi yang lebih pada mahasiswa dan calon mahasiswa maka pada tanggal 30 April 2020 Jurusan Teknik Mesin UMM menghadirkan langsung Senior Manager HRD PT. Barata , Doni Tri Prasetio, S.Psi dan HCPO PT Pindad, John Salale C.O serta Bapak Wakil Rektor 3 UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT dalam INTERMEZO seri 2. Selain itu, Intermezo ini dimoderatori oleh salah satu dosen senior Teknik Mesin UMM, Ir. Mulyono, MT. John Salale dan Doni Tri Prasetio menjelaskan secara lebih detail tentang persyaratan bagi peserta mahasiswa Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) baik di PT Barata maupun di PT Pindad. Beberapa di antaranya mahasiswa dapat menambah relasi, mengetahui karir, dan pekerjaan yang sesuai. Kemudian mempraktikkan ilmu yang didapat dan dapat meningkatkan kualitas diri mahasiswa. Untuk bisa menjadi peserta PMMB, mahasiswa harus memenuhi syarat secara akademik dan lulus tes kesehatan. Selama melakukan magang di PT Pindad dan PT Barata, mahasiswa mendapatkan hak sama sebagaimana karyawan tetap. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM Dr Nur Subeki ST MT mengatakan, UMM terus berupaya memperbanyak mitra industri sebagai wadah pengayaan wawasan dan keterampilan dalam mempersiapkan mahasiswa masuk ke dunia kerja. “Ada setidaknya 142 perusahaan di bawah naungan BUMN yang siap menyerap mahasiswa magang dari UMM,” katanya. Program ini sejalan program Pemerintah bahwa BUMN punya andil besar dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. “Salah satu cara yang ditempuh adalah mendekatkan dunia pendidikan, sekolah dan perguruan tinggi dengan industri,” tandas Nur Subeki. Shared:
WOMEN IN ENGINEERING – INTERMEZO 1

Rabu (22/4) Pada saat derajat kaum perempuan Indonesia belum disejajarkan dibandingkan kaum pria. Maka dari itulah Kartini tergerak karena tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Begitu juga dengan kartini – kartini Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang. Menamakan srikandi Teknik Mesin di setiap even/pergelaran untuk mendobrak stereotip itu. Untuk menunjukkan eksistensinya srikandi Teknik mesin yang dikomandani ibu Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D dan ibu Dini Kurniawati, ST.,MT. meningisiasi acara intermezo bertemakan Women in Engineering yang sekaligus memperingati even penting hari Kartini. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 21 April 2020 menghadirkan pempicara : Ester Gayatri Saleh, Chief Test Pilot PT. Dirgantara Indonesia, Imelda Mayasari Uriyono, Factory Manager Multinational Company di Vietnam dan Iis Siti Aisyah sendiri. Ketiga pemateri berbincang santai pada peserta yang diikuti oleh 100 peserta dari kalangan srikandi Teknik, masyarakat umum dan calon mahasiswa yang semua pesertanya adalah perempuan. Pembicaraan dimulai dari awal mula para srikandi tersebut terjun ke bidang Teknik, yang notabene sebagian besar didominasi oleh para pria. Pembicaraan yang berlangsung santai ini berlangsung selama 1,5 jam. Banyak membahas bagaimana menjadi seorang perempuan yang tidak lupa akan fitrahnya dalam membersamai keluarga sekaligus bekerja untuk membuat diri menjadi lebih berdaya dan bermanfaat bagi orang lain. Banyak insight yang dapat diambil dari pembicaraan dengan ketiga srikandi ini. Bahwa saat ini keberadaan perempuan di industry juga menjadi perhitungan karena soft skill yang dimiliki oleh para srikandi tersebut. Selanjutnya Imelda menjelaskan untuk meningkat kualitas diri di bidang teknik utamanya untuk perempuan sebagai fungsi sebagai profesional ada 2 yaitu fungsional skill yang mengarah keteknikan yang harus belajar harus master di bidangnya dan personal/soft skill mengarah ke komudikasi dan leadership skill. Pembicaran ketiga pemateri berbagi cerita mereka hingga dapat meraih sukses dalam karir dan menjadi pemimpin yang inspiratif karena persoalan yang dihadapi perempuan Indonesia berbeda-beda di setiap daerah dan juga di setiap level kegiatan. Secarah terpisah Imelda Mayasari menyakini bahwa perempuan memiliki peran segitiga tidak sama sisi. Di satu sisi, perempuan harus berperan sebagai seorang karyawan di tempat dia bekerja, sebagai ibu yang harus mengasuh anak-anaknya dan seorang istri yang harus mendampingi suami. Sisi dari segitiga itu bisa berbeda-beda panjangnya tergantung prioritas yang sedang dihadapi. Jadi kita harus bisa memainkan peran yang sangat baik untuk ketiga peran tersebut. Pertanyaan – pertanyaan yang terkait pengakuan perempuan di dunia kerja juga banyak disampaikan peserta kepada para pembicara. Terutama bagaimana menjadi wanita yang kuat, tangguh, namun tetap memahami fitrah yang menempel padanya. Dan di akhir perbincangan para srikandi ini sepakat untuk sama – sama memotivasi peserta untuk selalu menambah kapasitas diri sebagai seorang perempuan, Ibu bagi anak – anak, Istri dari seorang suami, dan berkarya di jalur yang telah dipilih sehingga selalu dapat bermanfaat bagi masyarakat Senada dengan pempicaran di atas menunjukkan bahwa perempuan bisa dan sudah dibuktikan oleh srikandi Teknik mesin UMM pada ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018 di Universitas Negeri Padang beberapa waktu lalu, Mobil urban concept Tim Srikandi UMM berhasil memenangi penghargaan dengan kategori desain dan estetika terbaik. Tim Srikandi dengan kendaraan Hrusangkali Evo 01 yang turun di kelas Motor Pembakaran Dalam (MPD) Gasoline, sejak awal sudah jadi pusat perhatian peserta dan tim juri. Shared:
Kunjungan Perwakilan Teknik Mesin UMM ke ITB dan PT DI

Jum’at (23/8) Dosen Teknik Mesin UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) melakukan kunjungan ke Laboratorium Metalurgi & Teknik Material ITB (Institut Teknologi Bandung) dan PT DI (Dirgantara Indonesia). Kunjungan ke ITB tersebut adalah dalam rangka persiapan program studi S2 teknik mesin UMM, yaitu studi banding kurikulum S2 Teknik Mesin serta beberapa laboratorium Material di ITB. Pada kunjungan tersebut, rombongan Dosen diterima oleh Kepala Laboratorium, Dr. Aditianto Ramelan. Beliau menjelaskan bahwa sharing pengetahuan lintas institusi sangat penting untuk meningkatkan IPTEK di dunia pendidikan khususnya di Indonesia. “Kurikulum terus berubah dalam beberapa tahun. Berkompetisi itu bagus, namun alangkah lebih baiknya bila sharing knowledge pada beberapa institusi lebih diutamakan demi kemajuan bangsa Indonesia,” tutur Aditianto. Beliau kemudian memandu rombongan untuk melihat laboratorium material di ITB meliputi Laboratorium Microscope electron, Laboratorium Uji Karakteristik Material, serta Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi. Dengan fasilitas yang sudah canggih, laboratorium di ITB telah berkelas Internasional dan selalu menjadi menjadi rujukan Perguruan Tinggi lain dalam pengembangan fasilitas Laboratorium. Kunjungan kedua dilaksanakan di PT DI pada pukul 13.30. Kunjungan ke PT DI bertujuan untuk pembimbingan PMMB (Program Mahasiswa Magang Bersertifikat), dikarenakan sebanyak 14 mahasiswa Teknik Mesin UMM sedang melaksanakan PKN maupun kerja magang. Sambutan yang diterima oleh rombongan dosen cukup spesial, karena selain bertepatan dengan HUT PT DI ke 43, salah satu Dosen Jurusan Teknik Mesin UMM, Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D. juga pernah bekerja di PT DI. Sambutan hangat diterima dari kepala Lab. Testing, Agus Salim. Dalam kesempatan tersebut, Agus Salim memberikan tips agar mahasiswa lebih percaya diri dalam menunjukkan kemampuannya saat wawancara kerja. “Mahasiswa magang disini kami perbolehkan untuk mengoperasikan alat uji, sehingga memberikan kepercayaan diri lebih pada mereka ketika interview kerja. Sebenarnya program magang ini juga membantu kami mencari bibit unggul, harapannya kami tidak banyak melakukan training/pelatihan ketika mereka sudah diterima kerja disini,” jelas Agus. Beliau kemudian mengajak Dosen Teknik Mesin UMM untuk mengamati proses pembuatan pesawat secara langsung. Dalam kunjungan ke 2 Institusi tersebut, diharapkan terjalin kerjasama yang lebih erat sehingga mampu meningkatkan SDM Dosen maupun mahasiswa Teknik Mesin UMM. Shared: