Praktisi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang Berbagi Pengetahuan tentang Korosi

Arif Hidayat, MT, seorang praktisi terkemuka dalam bidang Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), telah memberikan kuliah menarik tentang fenomena korosi. Kuliah tersebut merupakan bagian dari program Center of Excellence Welding Inspection di UMM. Dalam kuliah yang dipimpin oleh Dosen Pengampu, Drs. Mohammad Jufri, ST., MT., Arif Hidayat membahas berbagai aspek penting terkait korosi, termasuk penyebab, jenis-jenis, serta metode pencegahan dan perlindungannya. Menurutnya, pemahaman yang mendalam tentang korosi sangat penting bagi mahasiswa Teknik Mesin, terutama yang akan berkarier di industri manufaktur dan teknologi. Arif Hidayat juga merupakan salah satu praktisi yang diakui oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) atas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dalam wawancaranya setelah kuliah, Arif Hidayat menyatakan, “Korosi merupakan masalah serius dalam industri, terutama bagi komponen-komponen mesin dan struktur bangunan. Mahasiswa perlu memahami bagaimana korosi terjadi dan bagaimana cara mencegahnya agar dapat menjadi profesional yang kompeten di masa depan.” Kuliah ini menjadi salah satu dari banyak kegiatan yang dilakukan oleh Center of Excellence Welding Inspection di UMM untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam bidang teknik dan manufaktur. Diharapkan, melalui kolaborasi antara praktisi seperti Arif Hidayat dan dosen pengampu yang berpengalaman, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan dunia industri yang semakin kompleks. Shared:

Praktisi dari PT INKA Mengajar di UMM: Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Teknik Mesin melalui Mata Kuliah Metode Elemen Hingga

Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkaya proses pembelajaran dengan menghadirkan praktisi dari industri. Abdul Rohman Farid, ST, seorang ahli dari PT Industri Kereta Api (INKA), berkesempatan untuk mengajar mata kuliah Metode Elemen Hingga kepada para mahasiswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UMM untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik di dunia industri. Mata kuliah Metode Elemen Hingga, yang diampu oleh Dr. Ir. Yepy Komaril Sofi’i, S.T., M.T., berfokus pada pengajaran teknik analisis numerik yang digunakan untuk memecahkan masalah teknik kompleks. Dengan kehadiran Abdul Rohman Farid, mahasiswa mendapatkan perspektif langsung dari industri mengenai penerapan metode ini dalam proyek-proyek nyata, khususnya di bidang manufaktur kereta api. “Kolaborasi dengan praktisi industri seperti Abdul Rohman Farid sangat penting untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga bagaimana teori tersebut diterapkan di lapangan,” ujar Dr. Yepy Komaril Sofi’i. “Kami berharap dengan pengalaman yang dibagikan oleh praktisi, mahasiswa bisa lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja nantinya.” Abdul Rohman Farid, yang memiliki pengalaman luas dalam penggunaan metode elemen hingga di PT INKA, berbagi tentang aplikasi konkret metode ini dalam pengembangan dan desain komponen kereta api. Ia menjelaskan, “Metode elemen hingga memungkinkan kami untuk memprediksi perilaku material dan struktur di bawah berbagai kondisi, sehingga sangat penting dalam memastikan keamanan dan efisiensi produk yang kami hasilkan.” Kehadiran Abdul Rohman Farid di kelas juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dan mengajukan pertanyaan terkait kasus-kasus yang mereka pelajari. Salah satu mahasiswa, Ahmad, menyatakan, “Pengalaman yang dibagikan oleh Pak Abdul sangat membuka wawasan kami. Kami jadi lebih memahami bagaimana metode elemen hingga digunakan dalam industri, bukan hanya sekedar teori di buku.” Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kurikulum di Teknik Mesin UMM yang berfokus pada peningkatan kompetensi lulusan agar siap terjun ke industri. UMM terus berupaya menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan untuk mendatangkan praktisi yang dapat memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran. Dengan terus menghadirkan praktisi dari dunia industri, UMM berharap dapat menciptakan lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga unggul dalam penerapan praktis di dunia kerja. Shared:

Praktisi dari Lloyd’s Register Asia, Andhie Prasetyo, ST, Mengajar di UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan praktisi industri untuk memperkaya wawasan mahasiswa Teknik Mesin. Kali ini, Andhie Prasetyo, ST, seorang ahli dari Lloyd’s Register Asia, diundang untuk mengajar mata kuliah “Teknologi dan Metalurgi Pengelasan”. Mata kuliah ini berada di bawah bimbingan Dosen Pengampu, Drs. Mohammad Jufri, ST., MT. Andhie Prasetyo, yang memiliki pengalaman luas dalam bidang teknik dan inspeksi industri, berbagi pengetahuan praktis mengenai teknologi pengelasan modern serta aplikasi metalurgi dalam industri. Dalam kuliah yang interaktif ini, mahasiswa tidak hanya diberikan teori, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis dari pengalaman Andhie di lapangan. Kehadiran Andhie Prasetyo di UMM adalah bagian dari upaya universitas untuk mengintegrasikan pengalaman dunia industri ke dalam kurikulum akademik. Dengan ini, diharapkan mahasiswa Teknik Mesin UMM dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja setelah lulus nanti. Drs. Mohammad Jufri, ST., MT., selaku Dosen Pengampu, menyatakan bahwa kolaborasi dengan praktisi seperti Andhie Prasetyo memberikan nilai tambah yang signifikan bagi mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang aplikasi teori yang mereka pelajari di kelas. Kehadiran praktisi membantu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik,” ujarnya. Dengan inisiatif ini, UMM terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri global. Shared:

Praktisi dari BRIN, Jefri Abner, S.T., Mengajar di Teknik Mesin UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan berkualitas tinggi dengan mengundang praktisi berpengalaman untuk berbagi ilmu dan pengalaman nyata kepada para mahasiswa. Kali ini, Jefri Abner, S.T., seorang ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hadir untuk mengajar mata kuliah “Pengukuran dan Instrumentasi” di Program Studi Teknik Mesin. Kehadiran Jefri Abner sebagai praktisi pengajar diharapkan dapat memberikan wawasan praktis dan aplikasi nyata di lapangan kepada para mahasiswa. Dengan pengalaman dan keahlian yang dimilikinya, Jefri Abner mampu menjembatani teori yang diajarkan di kelas dengan praktik di dunia industri, sehingga mahasiswa dapat lebih memahami penerapan ilmu yang mereka pelajari. Mata kuliah “Pengukuran dan Instrumentasi” yang diampu oleh Ir. Andinusa Rahmandhika, S.T., M.Eng., merupakan salah satu mata kuliah penting di Teknik Mesin UMM. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari berbagai teknik dan alat yang digunakan untuk mengukur berbagai parameter fisik dalam sistem mekanis. Kehadiran Jefri Abner, dengan latar belakangnya di BRIN, memberikan perspektif tambahan mengenai perkembangan terbaru dan inovasi di bidang pengukuran dan instrumentasi. Ir. Andinusa Rahmandhika menyampaikan bahwa kolaborasi dengan praktisi seperti Jefri Abner sangat bermanfaat bagi mahasiswa. “Dengan adanya praktisi yang langsung terjun di industri, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang tantangan dan solusi yang ada di lapangan. Ini sangat membantu mereka dalam mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia kerja,” ujarnya. Selain mengajar, Jefri Abner juga memberikan beberapa contoh kasus dan proyek yang pernah ditangani oleh BRIN, serta bagaimana teknik pengukuran dan instrumentasi diterapkan dalam penelitian dan pengembangan. Hal ini menambah nilai praktis bagi pembelajaran mahasiswa, sekaligus memotivasi mereka untuk lebih mendalami bidang ini. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi di UMM ini diharapkan terus berlanjut dan semakin banyak praktisi yang terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, UMM dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teori yang kuat, tetapi juga siap menghadapi tantangan di dunia industri. Dalam kesempatan ini, Jefri Abner juga menyampaikan rasa senangnya bisa berbagi ilmu dengan mahasiswa UMM. “Saya sangat senang bisa berkontribusi dalam pendidikan di UMM. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat dan menginspirasi para mahasiswa untuk terus belajar dan berinovasi,” pungkasnya. Shared:

Praktisi Mengajar di Teknik Mesin UMM: Gilang Almaghribi dari PT Wijaya Karya

Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan praktisi industri dalam kegiatan perkuliahannya. Kali ini, Gilang Almaghribi, ST, seorang ahli dari PT Wijaya Karya (WIKA), didapuk menjadi pengajar tamu untuk mata kuliah “Pengukuran dan Instrumentasi”. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan wawasan praktis dan pengalaman industri yang berharga bagi para mahasiswa. Mata kuliah “Pengukuran dan Instrumentasi” yang diampu oleh dosen tetap, Ir. Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D, merupakan salah satu mata kuliah penting dalam kurikulum Teknik Mesin. Mata kuliah ini fokus pada pemahaman mengenai alat ukur, teknik pengukuran, dan aplikasi instrumentasi dalam bidang teknik mesin. Dengan keterlibatan praktisi seperti Gilang Almaghribi, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh perspektif nyata tentang bagaimana teori yang dipelajari diterapkan dalam dunia industri. Gilang Almaghribi, yang memiliki pengalaman luas di bidang teknik dan konstruksi bersama PT Wijaya Karya, berbagi pengetahuan praktis tentang penggunaan alat ukur dan instrumentasi dalam proyek-proyek yang telah ia tangani. Dalam sesi perkuliahan, ia juga menekankan pentingnya ketelitian dan akurasi dalam pengukuran, serta bagaimana hal ini berdampak langsung pada kualitas dan keberhasilan proyek. “Praktisi mengajar ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktek. Dengan menghadirkan profesional seperti Pak Gilang, mahasiswa dapat lebih memahami relevansi materi kuliah dengan kebutuhan industri,” ujar Ir. Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D. Mahasiswa menyambut positif kegiatan ini, karena mereka mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan praktisi yang berpengalaman. Salah satu mahasiswa, Ahmad, menyatakan, “Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk belajar langsung dari profesional yang terlibat dalam proyek-proyek besar. Kami bisa memahami bagaimana teori yang kami pelajari diaplikasikan di lapangan.” Program praktisi mengajar di UMM merupakan salah satu inisiatif yang terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan kerja lulusan. Dengan kerjasama antara akademisi dan praktisi industri, diharapkan lulusan Teknik Mesin UMM dapat lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Perkuliahan dengan praktisi seperti ini tidak hanya menambah wawasan teknis mahasiswa tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mereka, menjadikan mereka lebih siap dalam menghadapi tuntutan profesional di masa depan. Shared:

Praktisi Industri dari PT Merdeka Copper Gold Mengajar Teknik Mesin di UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri melalui program praktisi mengajar. Kali ini, Mohammad Zakir, ST, seorang ahli dari PT Merdeka Copper Gold, memberikan kuliah di jurusan Teknik Mesin UMM. Zakir yang memiliki pengalaman luas di industri pertambangan dan teknologi, membawakan mata kuliah CAD Lanjut. Mata kuliah ini merupakan bagian dari program Center of Excellence Construction & Vehicle Simulation yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang desain dan simulasi kendaraan serta konstruksi. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat merasakan langsung penerapan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah ke dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Dosen pengampu mata kuliah ini, Brigas Cahyono, MSc, menyatakan bahwa kolaborasi dengan praktisi seperti Zakir sangat penting untuk memberikan wawasan praktis yang seringkali tidak tercakup dalam buku teks. “Mahasiswa bisa belajar langsung dari pengalaman nyata di lapangan, yang akan sangat membantu mereka saat terjun ke dunia kerja nantinya,” ujar Brigas. Dalam perkuliahan ini, Zakir membahas berbagai teknik dan strategi dalam Computer-Aided Design (CAD) yang digunakan di industri pertambangan. Ia juga memberikan contoh nyata dari proyek-proyek yang telah ia kerjakan, sehingga mahasiswa dapat memahami aplikasi langsung dari teori yang dipelajari. Mahasiswa terlihat antusias mengikuti kuliah ini. Mereka mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan praktisi industri, bertanya tentang tantangan yang dihadapi di dunia kerja, serta mendapatkan tips dan trik dalam menggunakan software CAD secara lebih efektif dan efisien. Dengan adanya program praktisi mengajar ini, UMM berharap dapat terus menjembatani kesenjangan antara teori dan praktek, serta mempersiapkan lulusannya untuk menjadi tenaga profesional yang siap bersaing di pasar global. Shared:

Praktisi dari PT POMI Berikan Kuliah Tamu di Teknik Mesin UMM

Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan praktisi industri dalam kegiatan kuliah tamu. Kali ini, Andie Soegiarto, ST, seorang profesional dari PT POMI, memberikan kuliah tentang “Korosi” kepada mahasiswa Teknik Mesin. Acara ini merupakan bagian dari upaya UMM untuk menghubungkan teori akademik dengan praktik industri, serta memberikan wawasan nyata kepada mahasiswa mengenai tantangan dan penerapan ilmu teknik di lapangan. Kuliah tamu ini diselenggarakan di bawah koordinasi Center of Excellence Welding Inspection, dengan Drs. Mohammad Jufri, ST., MT. sebagai dosen pengampu mata kuliah. Dalam presentasinya, Andie Soegiarto membahas berbagai aspek penting mengenai korosi, mulai dari jenis-jenis korosi, mekanisme terjadinya korosi, hingga metode-metode pencegahan dan pengendalian korosi dalam industri. Mahasiswa sangat antusias mengikuti sesi ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait penerapan teori korosi dalam berbagai situasi industri nyata. Andie Soegiarto menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang korosi bagi calon insinyur, mengingat dampak ekonomi dan keselamatan yang signifikan dari kerusakan akibat korosi. Ia juga membagikan pengalamannya dalam menangani berbagai kasus korosi di PT POMI, memberikan gambaran nyata tentang bagaimana pengetahuan akademik diterapkan dalam dunia kerja. Drs. Mohammad Jufri, ST., MT., sebagai dosen pengampu, menyatakan bahwa kolaborasi dengan praktisi industri seperti Andie Soegiarto sangat penting untuk memperkaya kurikulum dan memperluas wawasan mahasiswa. “Dengan mendatangkan praktisi seperti Pak Andie, mahasiswa mendapatkan perspektif langsung dari dunia industri, yang tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tetapi juga mempersiapkan mereka untuk tantangan di masa depan,” ujarnya. Kegiatan kuliah tamu ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi jembatan antara akademisi dan industri, menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan dan profesionalisme di bidang Teknik Mesin. Shared:

Prasetya Adi Nugraha, ST dari PT INKA Berbagi Ilmu di UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan berkualitas dengan mengundang praktisi industri untuk mengajar di jurusan Teknik Mesin. Prasetya Adi Nugraha, ST, seorang ahli dari PT Industri Kereta Api (INKA), memberikan kuliah tamu dalam mata kuliah Dinamika Kendaraan. Mata kuliah ini merupakan bagian dari program Center of Excellence Construction & Vehicle Simulation, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang dinamika dan simulasi kendaraan. Prasetya Adi Nugraha, dengan pengalaman dan keahlian yang mendalam di industri kereta api, memberikan wawasan praktis yang sangat berharga bagi para mahasiswa. Kuliah yang dipandu oleh dosen pengampu, Alvian Iqbal Hanif Nasrullah, MT, berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari aplikasi nyata dari teori yang mereka pelajari di kelas, sekaligus memahami tantangan dan solusi dalam industri kendaraan, khususnya kereta api. Prasetya Adi Nugraha menjelaskan berbagai aspek penting dalam dinamika kendaraan, termasuk analisis gerak, stabilitas, dan simulasi kendaraan. Ia juga membagikan pengalamannya dalam proyek-proyek besar di PT INKA, yang memberikan gambaran langsung tentang bagaimana teori diterapkan dalam pengembangan dan produksi kereta api. Kehadiran praktisi seperti Prasetya Adi Nugraha di UMM diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa untuk lebih giat belajar dan siap menghadapi dunia kerja. Program ini juga menjadi bagian dari upaya UMM untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan akademis dan kebutuhan industri, sehingga lulusan Teknik Mesin UMM memiliki kompetensi yang unggul dan siap bersaing di pasar global. Shared:

Praktisi dari PT PP (Persero) Mengajar di Teknik Mesin UMM

Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan praktisi industri untuk memberikan kuliah tamu. Kali ini, Ir. Satrio Agung Wijonarko, ST, IPM, seorang ahli dari PT PP (Persero), menjadi narasumber dalam mata kuliah Mekanika Fluida I. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman mahasiswa tentang aplikasi nyata konsep-konsep Mekanika Fluida dalam dunia industri. Kuliah tamu ini diampu oleh Dr. Yepy Komaril Sofii, dosen Teknik Mesin UMM, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk belajar langsung dari praktisi yang berpengalaman di lapangan. Ir. Satrio Agung Wijonarko membawakan materi dengan tajuk “Penerapan Mekanika Fluida dalam Proyek Konstruksi”. Dalam kuliahnya, beliau menjelaskan berbagai aspek penting dari Mekanika Fluida yang sering diterapkan dalam proyek-proyek besar yang ditangani oleh PT PP (Persero). Para mahasiswa sangat antusias mengikuti kuliah ini. Mereka mendapatkan pengetahuan baru tentang bagaimana prinsip-prinsip Mekanika Fluida digunakan untuk mengatasi tantangan teknis di proyek konstruksi. Ir. Satrio juga membagikan pengalaman pribadinya dan memberikan tips serta trik yang berguna bagi mahasiswa yang bercita-cita berkarir di bidang teknik mesin dan konstruksi. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Teknik Mesin UMM tidak hanya memahami teori Mekanika Fluida dari sisi akademis, tetapi juga mampu melihat dan mempraktikkan penerapannya dalam dunia kerja. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi seperti ini menjadi salah satu upaya UMM untuk mempersiapkan lulusannya menjadi insinyur yang siap menghadapi tantangan industri masa depan. Kuliah tamu ini merupakan bagian dari program pengembangan kurikulum yang diterapkan oleh Prodi Teknik Mesin UMM, yang selalu berupaya untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan relevan dengan perkembangan industri terkini. Shared:

Praktisi Teknik Mesin UMM Berikan Kuliah Tamu tentang Pengujian NDT dan Inspeksi Pengelasan Visual

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri melalui program kuliah tamu yang menghadirkan praktisi dari PT Spindo Indonesia. Dalam kesempatan kali ini, Khoiruz Zadit Taqwa, ST, seorang praktisi berpengalaman di bidang Teknik Mesin, memberikan kuliah tamu tentang “Pengujian NDT dan Inspeksi Pengelasan Visual” di Center of Excellence Welding Inspector UMM. Kuliah tamu ini merupakan bagian dari mata kuliah yang diampu oleh Nur Hasanah, MSc, yang berfokus pada pengujian tanpa merusak (NDT) dan inspeksi pengelasan visual. Mata kuliah ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis bagi mahasiswa Teknik Mesin UMM, khususnya dalam teknik pengelasan dan inspeksi yang sangat penting dalam industri manufaktur dan konstruksi. Khoiruz Zadit Taqwa, yang saat ini menjabat sebagai praktisi di PT Spindo Indonesia, membagikan pengalaman dan pengetahuan praktisnya kepada para mahasiswa. Beliau menjelaskan berbagai metode pengujian NDT yang meliputi radiografi, ultrasonik, dan magnetic particle inspection, serta teknik-teknik visual untuk memastikan kualitas pengelasan. Dalam sesi ini, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya penerapan standar dan prosedur inspeksi yang ketat guna menjamin keamanan dan keandalan struktur yang dilas. “Saya sangat senang dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan mahasiswa UMM. Pengujian NDT dan inspeksi visual pengelasan adalah aspek kritis dalam dunia industri, dan saya berharap apa yang saya sampaikan bisa memberikan wawasan praktis yang bermanfaat bagi mereka,” ujar Khoiruz Zadit Taqwa. Nur Hasanah, MSc, selaku dosen pengampu, menekankan pentingnya keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. “Kolaborasi dengan praktisi seperti Pak Khoiruz ini sangat penting untuk menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata di lapangan. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga pemahaman tentang aplikasi praktis yang akan sangat berguna ketika mereka terjun ke dunia kerja,” jelasnya. Acara kuliah tamu ini mendapat respons positif dari para mahasiswa yang antusias mengikuti setiap sesi. Mereka mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dan mengajukan pertanyaan terkait tantangan dan solusi dalam pengujian NDT dan inspeksi pengelasan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, UMM terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan di dunia industri. Program ini juga menunjukkan peran aktif UMM dalam menciptakan sinergi antara akademisi dan praktisi, guna menciptakan pendidikan yang relevan dan aplikatif. Shared: