Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Center of Excellence (CoE) sebagai jawaban atas tantangan dunia industri modern. Tidak hanya sekadar gelar akademik, kami membekali mahasiswa dengan kompetensi spesifik melalui kurikulum yang disusun bersama praktisi dan mitra industri ternama.
Berikut adalah 4 Kelas Profesional unggulan kami:
1. CoE Digital Manufacturing (Digiman)
Fokus pada penguasaan teknologi Industri 4.0, termasuk desain rekayasa berbasis digital dan simulasi proses manufaktur.
-
Kompetensi Utama: Pemrograman CNC, CAD/CAM, Additive Manufacturing, dan Advance Robotic.
-
Prospek: Digital Manufacturing Engineer, 3D Printing Specialist.
2. CoE Construction & Vehicle Simulation (CVS)
Mencetak ahli simulasi struktur untuk analisis elemen hingga dan dinamika kendaraan.
-
Kompetensi Utama: Metode Elemen Hingga (FEM), Computational Fluid Dynamics (CFD), dan Analisa Struktur.
-
Prospek: Insinyur Desain, Struktur Analis.
3. CoE Welding Inspector (WI)
Program spesialisasi untuk memastikan kualitas hasil pengelasan sesuai standar internasional (API, AWS, ASME).
-
Kompetensi Utama: Praktikum NDT (Non-Destructive Test), Metalurgi Pengelasan, dan K3 Pengelasan.
-
Prospek: Welding Inspector bersertifikat BNSP/Internasional.
4. CoE Energy Conversion & Engineering Design (EConED)
Berfokus pada inovasi energi terbarukan dan efisiensi sistem energi yang ramah lingkungan.
-
Kompetensi Utama: Rekayasa Energi Alternatif, Analisis Sistem Termal, dan Desain Pembangkit Energi.
-
Prospek: Ahli Riset Energi Terbarukan, Konsultan Energi.
Mengapa Bergabung dengan CoE Teknik Mesin UMM?
-
Pengajar Praktisi: Belajar langsung dari ahli industri dalam dan luar negeri.
-
Sertifikasi Kompetensi: Lulus dengan sertifikat keahlian yang diakui industri.
-
Magang Terintegrasi: Program magang 2-4 bulan yang dikonversi hingga 10 SKS, sekaligus terintegrasi dengan Tugas Akhir.
-
Mitra Industri Ternama: Bekerja sama dengan PT. INKA, PT. PAL, Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, SC Johnson, dan banyak lagi.
“Di dunia industri, yang dibutuhkan bukan hanya gelar, tapi kompetensi nyata.”