A. Latar Belakang

Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi dan meningkatkan link and match antara lulusan pendidikan tinggi dengan dunia kerja di era industri 4.0 salah satunya adalah Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang mendukung akselerasi pelaksanaan program MBKM dengan cara mendirikan Center of Excellence Welding Inspector (CoE – WI). Center of Excellence Welding Inspector merupakan pusat unggulan praktisi professional di bidang pengelasan yang didirikan sebagai dedikasi Teknik Mesin UMM untuk kemajuan riset industri, institusi pendidikan, dan sumber daya manusia di bidang pengelasan.

Center of Excellence Welding Inspector didirikan untuk menjawab kebutuhan ahli inspeksi atau penguji hasil Las yang diperlukan pada banyak industri yang menggunakan baja sebagai instalasi atau konstruksi infrastrukturnya. Hampir seluruh industri pasti memiliki instalasi pipa-pipa baja, seperti pada pembuangan limbah, pengelolaan air bersih, selain itu baja juga digunakan pada konstruksi bangunan, komponen transportasi laut/kapal, komponen alat berat, pressure vessel, boiler, dan lain-lain. Sehingga peluang kerja di area ini sangatlah luas. Di Jawa Timur, sertifikasi inspektor las hanya ada di Kampuh-Surabaya, sedangkan di Jawa Barat ada 2 institusi yang men-sertifikasi inspektor las yaitu Dept. Teknik Material UI dan B4T Bandung. Peluang untuk mengembangkan CoE ini sangat prospektif dimana Mahasiswa akan dapat licence/pengakuan keahlian yang sangat dibutuhkan di industri.

Sekolah ini digagas berdasarkan sumber daya yang dimiliki Teknik Mesin, yaitu 2 doktor dengan spesialisasi Welding, 1 doktor bidang Teknik Material, selain itu Prodi juga telah mengirimkan beberapa dosen dan laboran-nya pada kegiatan pelatihan Non Destructive Test (NDT) yang dilakukan bekerja sama dengan NDE Center ITS, diikuti oleh 4 orang dosen dan 2 orang laboran dengan skema Penetrant Test dan Magnetic Test selama 10 hari, pelatihan Ultrasonic Test selama 16 hari. Sehingga Prodi Teknik Mesin memiliki 6 orang pemegang Licence internasional ASNT level 2 yang dapat menjadi Instruktur pada uji kompetensi Welding Inspector Basic. Selanjutnya pada tanggal 12 September 2021 Teknik Mesin UMM bersama 3 Mitra, PT. PAL Indonesia, PT. Barata Indonesia, PT. SPINDO, bersepakat melakukan lokakarya kurikulum dan penandatangan kerjasama (MoU) pendirian CoE Welding Inspector Teknik Mesin UMM.


 

B. Keunggulan

  1. Memperoleh sertifikat Welding Inspector Basic dari BNSP.
  2. Pengajar dan Instruktur berkualitas, dari Praktisi Industri dan Dosen UMM
  3. Mendapatkan Modul Pembelajaran
  4. Kerjasama dengan penyelenggara Uji kompetensi internasional American Society for Nondestructive Testing, Inc. atau ASNT, Fakultas Teknik Perkapalan ITS. ASNT sendiri adalah adalah organisasi teknis untuk para profesional pengujian tak rusak (NDT). Kantor pusatnya berlokasi di Columbus, Ohio , dan terdapat 70 bagian lokal di Amerika Serikat dan 14 bagian lokal di negara lain

 

C. Kompetensi

  1. Pengetahuan Teknologi Pengelasan.
  2. Standard dan Prosedur Pengujian
  3. Uji Mekanik Las
  4. Uji NDT : Penetrant Test dan Magnetic Particle ASNT, American Society for Nondestructive Testing, Inc.

 

D. Tujuan

Program kelas Welding Inspector ini didirikan dengan tujuan akhir tercapainya kompetensi mahasiswa di bidang Inspeksi Pengelasan, dimana kelas ini mendekatkan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan industri, sehingga dengan berdirinya COE dengan disertai uji kompetensi Welding Inspector ini dapat meningkatkan keterserapan lulusan (IKU 1) dengan menyediakan sumber daya manusia yang siap pakai melalui program link and match bekerjasama dengan pakar/ahli/praktisi industri. Sehingga memenuhi tujuan ketercapaian pembelajaran yang dipandu langsung oleh praktisi/praktisi mengajar dikampus (IKU 4). Serta terpenuhinya (IKU 6) yaitu adanya kerjasama erat Prodi Teknik Mesin dengan Mitra Industri.

Output dari kelas Welding Inspector Basic ini adalah tercapainya kompetensi mahasiswa dengan keahlian inspeksi las dilengkapi sertifikasi skema SKKNI Welding Inspector Basic oleh BNSP dan ASNT Level 2.

Outcome dari kelas Welding Inspector Basic adalah dapat meningkatkan keterserapan lulusan. Dengan adanya kelas unggulan CoE ini juga dapat memberi warna/niche prodi sekaligus meningkatkan rekognisi Prodi Teknik Mesin di level nasional dan internasional.

 

E. Praktisi yang Berkolaborasi dengan CoE Welding Inspector (WI)

  1. Bagus Reditoraafi, ST. (PT. Barata – K3 Pengelasan)
  2. Sigit Budi Raharjo, ST. (PT. PAL – Konstruksi, Desain dan Fabrikasi Las)
  3. Khoiruz Zadit Taqwa, ST. (PT. SPINDO – Pengujian NDT dan Inspeksi Pengelasan Visual)
  4. Andi Preasetyo, ST. (Lloyd’s Register Asia – Teknologi dan Metalurgi Pengelasan)
  5. Ficky Apriando, ST. (PT. INKA Multisolusi – Metalurgi Fisik)
  6. Douglas M Siahaan, ST. (PT. Kramat Hidro Mandiri – Metalurgi Fisik)

 

Mata Kuliah CoE Welding Inspector

NOMATA KULIAHSKS
1Teknologi dan Metalurgi Pengelasan3
2Konstruksi, Desain dan Fabrikasi Las3
3Inspeksi Pengelasan Visual2
4Pengujian DT NDT2
5Prosedur dan Kualifikasi WPS2
6K3 Pengelasan2
7Korosi3
8Kewirausahaan2
10Praktikum Prestasi Mesin1
11Praktikum Pengelasan1
12Praktikum NDT1
Jumlah SKS22

 

Halaman Dokumentasi Kegiatan & Testimoni CoE Welding Inspector (WI)

Menuju Halaman

 


 

Pengumuman Seleksi CoE Welding Inspector (WI)

NomorNama DokumenLink
1Pengumuman Seleksi CoE WI Batch 1 Tahun 2021Download
2Pengumuman Seleksi CoE WI Batch 2 Tahun 2022Download
3Pengumuman Seleksi CoE WI Batch 3 Tahun 2023Download
4Pengumuman Seleksi CoE WI Batch 4 Tahun 2024Download