UMM Puspalad

Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencatat pencapaian luar biasa melalui kerja sama strategis dengan Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad). Kolaborasi ini menghasilkan pengembangan prototipe inovatif yang mendukung kebutuhan operasional militer.

Pada 23 Desember 2024, Teknik Mesin UMM secara resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama Strategis dan Taktis (PKST) dengan SRENA Mabes Angkatan Darat (Litbgn Asro), Puspalad, dan PT Garuda Makmur Perkasa. Dalam proyek ini, Teknik Mesin UMM berperan sebagai tim ahli, sekaligus melibatkan mahasiswa dalam setiap tahapan pengembangan, guna memperkuat keterampilan praktis mereka.

Fokus Proyek: Prototipe Inovasi Militer

Proyek ini berfokus pada pengembangan dua inovasi utama:

  1. Alat Pelepas dan Pemasang Ban Multi-Kendaraan serta Pelepas dan Pemasang Ban Runflat pada Panser Tahap II.
  2. Truk Multifungsi Militer dengan fitur canggih, seperti:
    • Penguatan Chasis untuk daya tahan operasional.
    • Kabin dengan Dua Pack Gantry System untuk mempermudah akses peralatan.
    • Sidewall Hidrolik dan Tailgate Luas yang dilengkapi pelat tambahan untuk mendukung motor forklift.
    • Jackstand Hidrolik untuk efisiensi pemasangan peralatan.

Prototipe truk ini dirancang untuk meningkatkan mobilitas dan efisiensi operasional di medan latihan maupun lokasi strategis lainnya. Menurut Ketua Program Studi Teknik Mesin UMM, Ir. Iis Siti Aisyah, MT, Ph.D., “Truk ini dirancang agar dapat mempercepat proses pelepasan dan pemasangan ban yang sebelumnya membutuhkan waktu lama. Dengan mobilitas tinggi, alat ini mendukung kebutuhan operasional militer secara efektif.”

Apresiasi atas Keberhasilan Uji Fungsi

Sebagai puncak proyek, uji fungsi prototipe dilaksanakan di Paldam Jaya pada kegiatan Litbanghan Puspalad TA 2024. Dirbinlitbang Puspalad, Kolonel Cpl Sumbogo Widy Hartono, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ini.

“Kolaborasi ini membuktikan sinergi yang kuat antara dunia akademik dan militer. Inovasi yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan operasional sekaligus menjadi langkah awal untuk inovasi lanjutan,” ujarnya.

Hasil uji fungsi menunjukkan bahwa prototipe telah memenuhi standar operasional yang diperlukan, menegaskan kesiapan inovasi ini untuk mendukung tugas militer di lapangan.

Komitmen pada Inovasi dan Kolaborasi

Keberhasilan ini memperkuat posisi Teknik Mesin UMM sebagai mitra strategis dalam pengembangan teknologi berbasis penelitian dan inovasi. Kolaborasi ini juga membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam proyek-proyek berkelas nasional, menjadikan UMM sebagai salah satu institusi terdepan dalam mencetak inovator di bidang teknik.

Dengan kerja sama yang terus berlanjut, diharapkan lebih banyak inovasi strategis yang dapat dihasilkan demi mendukung kemajuan bangsa dan pertahanan negara.