MALANG – Guna memberikan pemahaman yang jelas mengenai integrasi aktivitas non-akademik ke dalam konversi nilai mata kuliah, Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan agenda Sosialisasi Ketentuan Ekuivalensi Kegiatan Mahasiswa 2026.
Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026, bertempat di Ruang 301 – 302 Gedung Kuliah Bersama (GKB). Sosialisasi ini bersifat wajib dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa Teknik Mesin Angkatan 2023 yang saat ini tengah bersiap menempuh program-program penguatan kompetensi, termasuk program Center of Excellence (CoE) maupun program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Menjembatani Aktivitas Mahasiswa dan Kurikulum
Ekuivalensi kegiatan merupakan langkah strategis dari prodi untuk mengapresiasi keaktifan mahasiswa di luar kelas formal. Dalam pemaparan sosialisasi ini, dijelaskan secara detail mengenai mekanisme, aturan, serta syarat-syarat teknis bagaimana aktivitas seperti magang industri, proyek independen, kompetisi, hingga keikutsertaan dalam kelas profesional CoE dapat dikonversikan menjadi bobot Satuan Kredit Semester (SKS).
Dengan adanya aturan ekuivalensi yang jelas dan terstruktur ini, mahasiswa Angkatan 2023 diharapkan dapat merancang rekam jejak akademiknya dengan lebih fleksibel tanpa khawatir masa studinya terhambat.
Dukungan Penuh untuk Mahasiswa Tangguh
Melalui sosialisasi ini, prodi menekankan pentingnya bagi para Teknikers (sebutan akrab mahasiswa Teknik Mesin UMM) untuk bergerak aktif dan memanfaatkan peluang ekuivalensi ini sebaik mungkin. Pihak program studi berkomitmen penuh untuk mengawal proses administrasi dan akademik agar konversi berjalan transparan dan tepat sasaran.
Dengan terlaksananya agenda ini, diharapkan seluruh mahasiswa Angkatan 2023 memiliki kesamaan persepsi dan pemahaman yang matang dalam memanfaatkan program-program prodi demi mengakselerasi kelulusan yang kompeten dan siap kerja.