MALANG – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memantapkan langkahnya dalam melahirkan lulusan siap kerja bersertifikasi industri. Komitmen ini dibuktikan melalui pelaksanaan rangkaian Praktikum Pengelasan (Welding) dan Pengujian Material Non-Destructive Testing (NDT) yang diikuti oleh seluruh mahasiswa kelas profesional Center of Excellence (CoE) Welding Inspector Angkatan 2023.
Kegiatan praktikum intensif yang berlangsung di Laboratorium Teknik Mesin UMM ini dibagi ke dalam 5 kelompok kerja. Pembagian kelompok ini bertujuan agar setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan yang merata dalam melakukan simulasi pengerjaan serta pengujian secara langsung, memegang instrumen laboratorium, serta menganalisis objek uji (test specimen) dengan akurasi tinggi layaknya seorang inspektur profesional di lapangan.
Dari Proses Pengelasan hingga Pengujian Material
Rangkaian praktikum ini dirancang secara runtut sesuai dengan standar operasional di industri manufaktur dan fabrikasi. Prosesnya meliputi dua tahapan krusial:
-
Praktikum Pengelasan (Welding Process): Mahasiswa dibekali pemahaman fundamental mengenai teknik penyambungan logam, pengaturan parameter mesin las, hingga karakteristik hasil pengelasan. Tahapan ini sangat penting agar mahasiswa memahami struktur sambungan las dan faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya cacat material (defect).
-
Pengujian Non-Destruktif (NDT): Setelah proses pengelasan selesai, hasil sambungan las tersebut diuji tanpa merusak material (test specimen). Dua metode utama yang dipraktikkan secara komprehensif meliputi:
-
Penetrant Testing (PT): Mahasiswa belajar mendeteksi cacat halus atau diskontinuitas pada permukaan material menggunakan cairan penetran khusus.
-
Magnetic Particle Testing (MT): Mahasiswa mempraktikkan pengujian menggunakan medan magnet dan serbuk magnetik untuk melacak indikasi cacat, baik yang berada di permukaan maupun sedikit di bawah permukaan sambungan las.
-
Melalui prosedur yang ketat, mahasiswa tidak hanya dituntut terampil menggunakan peralatan, tetapi juga diwajibkan mampu menginterpretasikan hasil uji berdasarkan standar industri internasional yang berlaku.
Utamakan Keselamatan dan Standar Kompetensi Tinggi
Di samping penguatan teknis, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi poin utama yang ditanamkan selama praktikum berjalan. Mahasiswa tampak disiplin mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, mulai dari masker, sarung tangan khusus, hingga wearpack guna memastikan seluruh proses fabrikasi dan inspeksi berjalan aman dan sesuai standar.
Pengalaman langsung (hands-on experience) ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi, rasa percaya diri, serta profesionalisme mahasiswa CoE Welding Inspector Teknik Mesin UMM Angkatan 2023. Dengan penguasaan keahlian yang spesifik dan krusial ini, para lulusan diharapkan siap menjawab tantangan kebutuhan industri manufaktur, konstruksi, dan minyak-gas (oil & gas) global.