Center of Excellence Construction & Vehicle Simulation (CoE CVS) Batch 2 Memulai Perjalanan dengan Kuliah Perdana yang Menginspirasi

Center of Excellence Construction & Vehicle Simulation (CoE CVS) Batch 2 meresmikan langkah awalnya dengan menggelar kuliah perdana yang dihadiri oleh praktisi terkemuka dalam industri. Abdul Rohman Farid dari PT INKA memperkenalkan konsep-konsep kunci dalam Finite Element Analysis, sementara Hendra Gunawan dari PT Truba Jaga Cita membahas Rigging & Lifting, dan Aji Candra Lestari dari infistream.id membahas Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan Openfoam. Kuliah perdana ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa CoE CVS Batch 2 untuk memahami aspek-aspek krusial dalam konstruksi dan simulasi kendaraan. Diharapkan, pengetahuan mendalam yang diperoleh dari para praktisi akan memberikan pondasi yang kokoh bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek-proyek riset dan pengembangan selama masa studi mereka. PiC CoE CVS, Alvian Iqbal Hanif Nasrullah, ST. MT., menyatakan harapannya, “Kami berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dalam kuliah perdana ini untuk berkontribusi pada kemajuan industri, menciptakan inovasi, dan menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri.” Dengan semangat dan antusiasme yang terpancar dari kuliah perdana ini, CoE CVS Batch 2 siap menapaki perjalanan pendidikan yang penuh tantangan dan harapan, menjadikan mereka para inovator masa depan dalam industri konstruksi dan simulasi kendaraan. Shared:
Kuliah Perdana Center of Excellence Welding Inspector (CoE WI) Batch 4: Praktisi Berpengalaman Bagi Ilmu di Teknik Mesin UMM

v Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Batch 4 dihadirkan dengan kehormatan sekaligus keberagaman pengalaman industri pada kuliah perdana Center of Excellence Welding Inspector. Pada kesempatan ini, sejumlah praktisi berpengalaman dari berbagai perusahaan bergabung untuk berbagi pengetahuan yang berharga dengan mahasiswa. Khoiruz Zadit Taqwa dari PT SPINDO memulai sesi dengan memberikan wawasan mendalam tentang teknik pengelasan di industri pipa, sementara Bagus Reditoraafi dari PT BARATA mengupas standar dan praktik terbaik dalam inspeksi pengelasan. Sigit Budi Raharjo dari PT PAL membahas aplikasi inspeksi pengelasan dalam industri perkapalan, sedangkan Andhi Prasetyo dari Lloyd’s Register Asia memperkenalkan praktik inspeksi berstandar internasional. Terakhir, Andie Soegiarto dari PT POMI memberikan pandangan praktis mengenai implementasi inspeksi pengelasan pada proyek-proyek infrastruktur. Kuliah perdana ini menjadi forum yang penuh inspirasi, di mana mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang tantangan dan inovasi terkini dalam dunia inspeksi pengelasan. “Kami beruntung dapat belajar langsung dari praktisi berpengalaman yang mewakili berbagai sektor industri. Ini memberikan gambaran menyeluruh tentang peran penting seorang welding inspector di berbagai bidang,” ungkap salah satu mahasiswa yang hadir. PiC Welding Inspector, Dini Kurniawati, ST., MT., menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini, “Kehadiran para praktisi ini dalam kuliah perdana memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi mahasiswa. Kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang mereka bagikan dapat memberi dorongan signifikan bagi mahasiswa untuk berkembang dan berkontribusi dalam industri inspeksi pengelasan di masa depan.” Kuliah perdana Center of Excellence Welding Inspector Batch 4 menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi para mahasiswa Teknik Mesin UMM untuk mengeksplorasi lebih dalam dan melibatkan diri dalam perkembangan terkini di dunia inspeksi pengelasan. Shared:
Grand Launching Center of Excellence Digital Manufacturing di Teknik Mesin UMM Menandai Langkah Maju dalam Revolusi Industri

Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara grand launching Center of Excellence Digital Manufacturing. Acara tersebut diwarnai dengan kuliah tamu yang menghadirkan Dr. Farkhan, ST, MT, seorang pakar industri dan Direktur PT CNC Controller Indonesia. Acara yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan stakeholder industri ini menjadi tonggak penting dalam upaya menghadapi revolusi industri dengan memperkenalkan konsep dan teknologi manufaktur digital. Dalam kuliah tamu yang menginspirasi, Dr. Farkhan membahas peran kunci teknologi digital, terutama Computer Numerical Control (CNC), dalam meraih efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan dalam industri manufaktur. Dengan pengalaman luasnya, beliau menguraikan bagaimana Center of Excellence Digital Manufacturing di Teknik Mesin UMM akan menjadi tempat unggulan untuk penelitian, pengembangan, dan pelatihan dalam bidang manufaktur digital. Pusat keunggulan ini ditujukan untuk mempersiapkan generasi baru tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan pengetahuan terkini dalam teknologi manufaktur digital. “Kami berharap pusat keunggulan ini dapat menjadi pionir dalam mendorong inovasi dan transformasi positif dalam industri, dengan melibatkan mahasiswa dan para profesional dalam proyek-proyek kolaboratif,” ungkap Dr. Farkhan. Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik, Zulfatman, M.Eng., Ph.D. menyambut baik inisiatif Teknik Mesin dalam mendirikan Center of Excellence Digital Manufacturing. “Inisiatif ini sejalan dengan misi UMM untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia yang handal dan siap bersaing di era industri 4.0,” ujarnya. Acara grand launching ini menciptakan atmosfer antusiasme di kalangan mahasiswa Teknik Mesin UMM, dengan harapan agar mereka dapat terlibat aktif dalam penelitian dan pengembangan teknologi yang dapat mengangkat industri manufaktur Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Shared:
Evaluasi Magang dan Rapat Koordinasi CoE Teknik Mesin bersama Praktisi

Selangkah lebih dekat menuju visi unggul dalam pendidikan dan industri, Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memasuki tahap persiapan pelaksanaan Center of Excellence (CoE) batch baru pada semester genap 2023/2024. Pada tanggal 20 Januari 2024, ruang 301 Gedung Teknik Mesin UMM menjadi saksi ketika sejumlah praktisi dan Human Resources Development (HRD) dari perusahaan-perusahaan ternama bersatu dalam upaya koordinasi untuk mengarahkan program ini ke arah yang lebih progresif. Dalam suasana akrab dan penuh semangat, mitra-mitra yang terlibat pada CoE Welding Inspector, Construction and Vehicle Simulation, serta Digital Manufacturing berkumpul untuk membahas langkah-langkah strategis dalam menyongsong masa depan pendidikan teknik mesin yang lebih berkualitas dan relevan dengan tuntutan industri. Keberadaan perwakilan dari PT. INKA, PT. PAL, SC Johnson, Barata, Llyod Register Asia, PT. Spindo, PT. INKA Multi Solusi, serta MICT menjadi pilar utama dalam perbincangan konstruktif mengenai peran CoE dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi dinamika industri global. Diskusi melibatkan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan terkini, integrasi teknologi terkini dalam pembelajaran, serta peningkatan kompetensi mahasiswa melalui program pelatihan yang relevan. Ir. Iis Siti Aisyah, ST, MT, PhD selaku ketua program studi Teknik Mesin UMM, menyatakan, “Kami sangat berterima kasih atas partisipasi aktif mitra-mitra industri yang hadir dalam kegiatan ini. Kolaborasi ini adalah tonggak penting dalam mewujudkan pendidikan teknik mesin yang mampu mencetak lulusan unggul dan siap bersaing di pasar kerja global.” Antusiasme praktisi dan HRD dari perusahaan-perusahaan nasional dan internasional menjadi pendorong bagi UMM untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui CoE Teknik Mesin, universitas ini bertekad menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan relevan, sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh dunia industri. Dengan langkah-langkah persiapan yang dilakukan, UMM meneguhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri dan mencetak generasi penerus yang siap menghadapi tantangan masa depan. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan CoE Teknik Mesin UMM dapat diikuti melalui laman resmi teknnik mesin UMM. Shared:
Studi Banding Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Gresik tentang Kurikulum OBE

Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka meningkatkan kualitas kurikulum Program Studi Teknik Mesin. Kegiatan ini diadakan oleh Program Studi Teknik Mesin UMG dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, dengan Pemegang Tanggung Jawab (PiC) kurikulum Mesin UMG, Dini Kurniawati, ST., MT., memimpin acara tersebut. Kegiatan studi banding ini bertujuan untuk mendalami konsep Outcome-Based Education (OBE) dalam kurikulum Teknik Mesin. OBE adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pencapaian hasil atau kompetensi tertentu oleh mahasiswa sebagai fokus utama dari proses pembelajaran. Dalam sambutannya, Dini Kurniawati, ST., MT., selaku PiC kurikulum Mesin UMG, menyampaikan pentingnya penerapan OBE dalam kurikulum Teknik Mesin. “Melalui OBE, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Hal ini akan membantu lulusan menjadi lebih siap dalam menghadapi dunia kerja yang dinamis,” ujarnya. Acara ini juga melibatkan para dosen Teknik Mesin UMG dalam diskusi dan pertukaran ide dengan tuan rumah, yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kaprodi Teknik Mesin UMM, dalam pernyataannya, menyambut baik kegiatan studi banding ini sebagai langkah konkret menuju peningkatan kualitas pendidikan di UMG. “Kami berharap, hasil studi banding ini akan membawa dampak positif dan inovatif dalam perbaikan kurikulum Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah Gresik,” tutupnya. Kegiatan studi banding ini diharapkan dapat menjadi ajang inspiratif dan membangun sinergi antara institusi pendidikan tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan teknik mesin di Indonesia. Shared:
Inisiasi Kerjasama Teknik Mesin UMM dan Politeknik Nilai Negeri Sembilan Malaysia Melalui IRO UMM

Jurusan Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalin inisiasi kerjasama yang erat dengan Politeknik Nilai Negeri Sembilan Malaysia. Kolaborasi ini diinisiasi oleh International Relations Office (IRO) UMM sebagai upaya untuk memperluas kerjasama internasional dalam bidang teknik mesin. Kegiatan inisiasi kerjasama tersebut dipimpin oleh Kaprodi Teknik Mesin UMM, Ir. Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D. Beliau menyatakan bahwa kerjasama ini membuka peluang bagi mahasiswa dan staf dosen untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam konteks global. Dalam pertemuan awal, delegasi dari Politeknik Nilai Negeri Sembilan Malaysia menyambut baik langkah UMM untuk memperkuat hubungan bilateral di bidang teknik mesin. Mereka menyampaikan keinginan untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan teknologi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian di kedua institusi. Berbagai program pertukaran mahasiswa dan staf, seminar bersama, serta proyek penelitian bersama menjadi fokus pembahasan dalam inisiasi kerjasama ini. Diharapkan kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat dalam peningkatan kualitas akademik, tetapi juga dapat memperkaya pengalaman mahasiswa dalam konteks internasional. IRO UMM berperan sebagai penyelenggara dan fasilitator dalam mengkoordinasikan berbagai kegiatan yang terkait dengan kerjasama ini. Pihak IRO UMM menyatakan komitmen mereka untuk mendukung dan memastikan kelancaran seluruh aspek kerjasama antara Teknik Mesin UMM dan Politeknik Nilai Negeri Sembilan Malaysia. Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan tinggi lainnya untuk aktif terlibat dalam kerjasama lintas batas, menciptakan suasana belajar yang lebih beragam dan dinamis bagi mahasiswa serta meningkatkan reputasi internasional kedua institusi. Shared:
Seminar ‘Pesawat Terbang Nasional N219 dan Perkembangan Teknologi Kedirgantaraan Indonesia’ Membuka Jendela Inspirasi Terbaru

Seminar yang membahas Pesawat Terbang Nasional N219 dan perkembangan teknologi kedirgantaraan Indonesia digelar dengan sukses di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara ini merupakan inisiatif dari Program Studi Teknik Mesin UMM sebagai bentuk komitmen mereka dalam mendukung pengembangan industri penerbangan nasional. Bapak Ibnu Bintarto, Sales Account di PT Dirgantara Indonesia, menjadi salah satu pembicara utama dalam seminar tersebut. Dalam paparannya, beliau menggambarkan inovasi canggih yang tertanam dalam pesawat N219 sebagai bukti nyata kemajuan Indonesia dalam industri penerbangan. Menurut Bapak Ibnu Bintarto, “Pesawat N219 merupakan produk unggulan yang mewakili keunggulan teknologi kedirgantaraan Indonesia. Inovasi-inovasi terkini yang terdapat dalam pesawat ini tidak hanya menunjukkan kemandirian dalam pengembangan teknologi, tetapi juga membuktikan bahwa kita mampu bersaing di tingkat global.” Seminar yang dihadiri oleh mahasiswa dan dosen ini memberikan wawasan mendalam tentang tantangan dan peluang dalam mengembangkan teknologi penerbangan di Indonesia. Diskusi yang interaktif turut melibatkan peserta untuk berbagi ide dan gagasan terkait pengembangan lebih lanjut dalam industri ini. Alvian Iqbal Hanif Nasrullah, ST MT, Penanggung Jawab acara dari Teknik Mesin UMM, menyatakan, “Seminar ini bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa terkait potensi besar yang dimiliki oleh industri kedirgantaraan Indonesia. Melalui pengetahuan yang diperoleh dari para ahli, diharapkan mahasiswa dapat terinspirasi untuk berkontribusi dalam mengembangkan teknologi penerbangan di masa depan.” Seminar ‘Pesawat Terbang Nasional N219 dan Perkembangan Teknologi Kedirgantaraan Indonesia’ diharapkan dapat menjadi titik awal untuk generasi muda Indonesia terlibat aktif dalam menjadikan negeri ini sebagai pemain utama dalam industri penerbangan dunia. Shared:
Teknik Mesin UMM Gandeng PUSPALAD dan PT ANSA untuk Inovasi Alutsista Militer

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah menjalin kemitraan strategis dengan Pusat Peralatan Angkatan Darat (PUSPALAD) serta PT ANSA, membuka pintu lebar untuk inovasi dalam Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) militer. Ketua Program Studi Teknik Mesin UMM, Ir. Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D., mengungkapkan bahwa kerjasama ini akan fokus pada pengembangan teknologi yang mendukung kebutuhan alutsista militer di era modern ini. “Inisiasi kerjasama ini akan membuka peluang bagi mahasiswa Teknik Mesin UMM untuk terlibat dalam proyek-proyek riset dan pengembangan yang bersifat inovatif,” ujar Iis. Kerjasama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi UMM, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan industri pertahanan nasional. PUSPALAD, sebagai lembaga yang berfokus pada pembinaan dan pengembangan alat pertahanan, akan berperan aktif dalam memberikan panduan teknis untuk proyek-proyek yang akan dijalankan. Sementara itu, PT ANSA, sebagai perusahaan swasta yang bergerak di bidang teknologi pertahanan, akan menyumbangkan keahlian dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mewujudkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan oleh Alutsista militer. “Kami optimis bahwa kolaborasi ini akan menciptakan solusi-solusi yang cerdas dan terdepan dalam mendukung pertahanan negara,” kata perwakilan PT ANSA. Proyek-proyek riset dan pengembangan yang dijalankan melalui kerjasama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing Alutsista militer Indonesia. Selain itu, mahasiswa Teknik Mesin UMM juga akan mendapatkan pengalaman berharga dalam berkolaborasi dengan lembaga dan perusahaan yang memiliki keahlian khusus di bidang teknologi pertahanan. Kerjasama ini mencerminkan komitmen UMM dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan teknologi yang dapat berkontribusi pada pertahanan dan keamanan negara. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dan sektor swasta, diharapkan dapat tercipta inovasi-inovasi yang mendukung kemajuan Alutsista militer Indonesia. Shared:
Seminar PKM ‘Strategi Sukses Penyusunan PKM 2024 dalam Bidang Teknik Mesin’ Bersama Prof. Dr. Eng. Ir. Denny Widhiyanuriyawan, ST, MT

Hari ini, telah berlangsung Seminar PKM yang mengusung tema “Strategi Sukses Penyusunan PKM 2024 dalam Bidang Teknik Mesin.” Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Teknik Mesin UMM, yang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2024. Seminar ini menjadi sangat istimewa karena dihadiri oleh seorang ahli di bidang Teknik Mesin, yaitu Prof. Dr. Eng. Ir. Denny Widhiyanuriyawan, ST, MT. Beliau merupakan dewan juri PIMNAS dan juga seorang pemateri yang pernah meraih penghargaan sebagai pemenang PIMNAS sebelumnya. Dalam seminar ini, Prof. Denny berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang strategi-sukses dalam penyusunan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di bidang Teknik Mesin. Beliau menjelaskan kriteria penilaian dari sudut pandang seorang dewan juri PIMNAS, memberikan wawasan tentang tren terkini di bidang Teknik Mesin, serta memberikan tips dan trik bagi para mahasiswa untuk membuat PKM yang unggul dan kompetitif. “Penting untuk memahami bahwa PKM bukan hanya sekadar tugas akhir, tetapi juga peluang untuk menghasilkan kontribusi nyata dalam dunia akademis. Mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang baik tentang konsep, metodologi penelitian, dan aplikasi inovatif dari ide-ide mereka,” ujar Prof. Denny dalam presentasinya. Seminar ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya langsung kepada Prof. Denny mengenai permasalahan atau kendala yang mereka hadapi dalam penyusunan PKM. Hal ini diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk lebih memahami dan mengatasi tantangan yang mungkin muncul selama proses penyusunan PKM mereka. Alvian Iqbal Hanif Nasrullah, ST MT, selaku Penanggung Jawab acara, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan berharap seminar ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi mereka dalam menyelesaikan PKM mereka. “Seminar ini diadakan untuk mendukung pengembangan keilmuan mahasiswa Teknik Mesin dan membantu mereka meraih kesuksesan di PIMNAS mendatang,” kata Alvian. Acara ini diakhiri dengan pembagian sertifikat kepada pemateri. Semua peserta diberikan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mereka dalam penyusunan PKM dan mengasah keterampilan akademis mereka untuk meraih prestasi di tingkat nasional. Shared:
Muhammad Zahmil Lolos Pertukaran Pelajar di Lublin University of Technology, Polandia melalui Program Erasmus+Muhammad Zahmil Lolos Pertukaran Pelajar di Lublin University of Technology, Polandia melalui Program Erasmus+

Muhammad Zahmil, mahasiswa Teknik Mesin, meraih prestasi gemilang dengan lolos sebagai awardee dalam program International Credit Mobility (ICM) KA 171 Project yang diselenggarakan oleh Erasmus+. Pilihan tersebut membawanya ke Lublin University of Technology di Polandia, di mana Zahmil akan mengembangkan diri dalam lingkungan akademis yang internasional dan canggih. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kaprodi Teknik Mesin, Ir. Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D., yang turut memberikan apresiasi atas prestasi cemerlang Muhammad Zahmil. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Muhammad Zahmil yang berhasil lolos sebagai awardee dalam program ICM KA 171 Project. Ini adalah langkah besar dalam pengembangan akademisnya, dan kami yakin dia akan menjadi duta yang baik bagi universitas dan negara,” ujar Kaprodi. Program ICM KA 171 Project merupakan bagian dari inisiatif Erasmus+, yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti pertukaran internasional, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan akademis mereka di universitas-universitas ternama di Eropa. Muhammad Zahmil akan mengikuti program akademis di Lublin University of Technology, sebuah universitas terkemuka di Polandia yang dikenal karena keunggulannya dalam bidang teknik dan teknologi. Pada program ini, Zahmil akan memiliki kesempatan untuk belajar dari para ahli terkemuka dalam bidangnya, berpartisipasi dalam proyek-proyek riset inovatif, dan menjalin jaringan internasional yang berharga. Selain itu, Kaprodi Teknik Mesin berharap bahwa prestasi Muhammad Zahmil akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengikuti jejaknya dan memanfaatkan peluang pertukaran internasional yang tersedia. “Kami berharap bahwa keberhasilan Zahmil dapat memotivasi mahasiswa Teknik Mesin lainnya untuk mengejar prestasi serupa dan terus berusaha dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan mereka,” tambah Ir. Iis Siti Aisyah. Muhammad Zahmil sendiri menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dari fakultas, dosen, dan teman-teman sejawatnya. Ia berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk mendapatkan pengalaman berharga dan membawa pulang pengetahuan yang dapat diaplikasikan dalam kemajuan bidang Teknik Mesin di Indonesia. Shared: