Teknik Mesin
Universitas Muhammadiyah Malang
Teknik Mesin
Universitas Muhammadiyah Malang

Pedoman Tugas Akhir

Download Panduan Skripsi

I.      PENDAHULUAN

Dalam rangka mendapatkan gelar Sarjana Teknik Mesin Srata satu (S1) di Fakultas Teknik Universitas Muhmaadiyah Malang, seorang mahasiswa diwajibkan melaksanakan penelitian untuk menyusun skripsi, sebagai tugas akhir. Skripsi adalah sebuah karya ilmiah tertulis yang disusun oleh seorang mahasiswa program sarjana (program strata satu) dari hasil – hasil penelitiannya atas dasar analisis data primer dan atau data sekunder (Djarwanto, 1995). Sebelum pelaksanaan penelitian tersebut mahasiswa harus mengetahui prosedur yang harus dilalui. Dalam pelaksanaan penyelesaian tugas akhir, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang dosen pembimbing skripsi yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang atas usulan dari Ketua Jurusan.

Tujuan dari penugasan untuk menyusun skripsi bagi mahasiswa yang akan mengakhiri masa studinya di Fakultas Teknik Universitas Muhmmadiyah Malang adalah untuk melatih mahasiswa atau calon sarjana menulis karya ilmiah dan melakukan penelitian, sekaligus mempersiapkan bagaimana yang bersangkutan mengemukakan pendapat dan mempertahankan idenya.

Dalam kenyataannya, terdapat banyak cara penulisan/ format laporan, baik untuk usulan penelitian, skripsi maupun laporan abstraksi hasil penelitian. Agar menghasilkan efektivitas dab efesien yang lebih baik dalam proses pembelajaran dan pembimbingan mahasiswa dalam melaksanakan tugas akhir di fakultas Teknik Universitas Muhmmadiyah Malang, diperlukan keseragaman prosedur dan format penulisan.

Pada prosedur penyelesaian Tugas akhir, mahasiswa akan diperekenalkan dengan urutan kerja yang harus dilalui mulai dari syarat pengajuan Skripsi, pengajuan judul skripsi, bimbingan Usulan penelitian, Seminar Usulan Penelitian, pengajuan surat permohonan izin penelitian, pengambilan data penelitian, penyusunan laporan Hasil penelitian, Seminar Hasil Penelitian, sampai dengan penyusunan abstraksi Hasil penelitian. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak akan memperoleh sumber informasi yang salah dan menyesatkan.

Usulan penelitian dalam tugas akhir bagi seorang mahasiswa mempunyai peranan yang penting. Dengan usulan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar bagi mahasiswa dalam mengadakan penelitian, menyusun Laporan Hasil Penelitian (skripsi), dan sebagai alat perencanaan sekaligus pengendalian dari pelaksanaan tugas akhir. Disamping itu mahasiswa dilatih dan dipersiapkan seandainya nanti telah menjadi sarjana akan mengadakan penelitian dan berusaha untuk mendapatkan sponsor, maka usulan penelitian (obyek yang akan diteliti) itulah yang akan dijadikan sebagai dasar oleh pihak sponsor yang mendanai penelitian yang bersangkutan. Sedangkan bagi pembimbing, dengan adanya usulan penelitian ini akan memudahkan dalam mengarahkan penelitian nantinya. Dari hal diatas maka perlu adanya cara penulisan yang baik.

Format skripsi merupakan tata aturan bagaimana Laporan Hasil Penelitian Skripsi ditulis dalam bentuk laporan. Format Skripsi di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Muhmmadiyah Malang ini perlu dibakukan, karena selama ini diantara mahasiswa – mahasiswa yang menyusun skripsi kebanyakan menggunakan format berdasarkan acuan skripsi terdahulu atau mungkin berdasrkan format yang digunakan oleh pembimbingnya. Untuk menyamakan peresepsi penulisan tersebut, maka perlu disusun aturan yang baku.

Laporan Abstraksi hasil penelitian di fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang digunakan sebagai laporan ke kopertis Wilayah VII dan sebagai prasyarat untuk mengikuti UNC akhir. Agar terdapat keseragaman diantara 3 jurusan yang ada, maka perlu dibuat penyeragaman cara penulisannya.

Buku pedoman penyusunan skripsi ini hanya berisi aturan – aturan baku. Dalam pelaksanaannya, masing – masing jurusan dapat membuat petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaanya, karena memang ada beberapa hal belum seragam dan memerlukan penangan khusus. Misalnya, dalam hal penyelenggaraan seminar, antar jurusan masih berbeda. Ada yang seminar, usulan penelitian, ada yang hasil. Untuk itu, secara teknis mungkin memerlukan penanganan yang berbeda.

II.               PROSEDUR TUGAS AKHIR MAHASISWA

Prosedur penyelesaian tugas akhir penelitian bagi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang terdiri atas : 1. Pra Penelitian, 2. Pengajuan Judul Skripsi, 3. Bimbingan Usulan Penelitian, 4. Seminar Usulan Penelitia, 5. Seminar Usulan Penelitian, 6. pengajuan surat permohonan izin penelitian, 7. pengambilan data penelitian, 8. penyusunan laporan Hasil penelitian, 9. Seminar Hasil Penelitian, 10. Abstraksi Hasil penelitian. Alur penyelesaian tugas akhir penelitian bagi mahasiswa Fakultas teknik Universitas Muhmmadiyah Malang, dapat diliha pada gambar 1.

 

  

Gambar 1 : Alur Penyelesaian Tugas Akhir Penelitian Skripsi

 

A.    Pra Penelitian

Mahasiswa yang akan mengajuakan judul skripsi (penelitian) harus mengadakan pra penelitian. Pra penelitian ini dilakukan dengan cara mendatangi lokasi dan meminta izin secra informal apakah calon obyek penelitian tersebut bersedia untuk menjadi obyek penelitian, dalam arti bersedia mengijinkan (bagi perusahaan atau instansi) dan memberikan daya yang dibutuhkan. Kegunaan pra penelitian juga sebagai dasar untuk menyusun usulan penelitian, seperti penyusunan latar belakang masalah dan pengambilan hipotesis.

 

B.     Pengajuan Judul Skripsi

Pengajuan judul skripsi dilakukan dengan cara mendaftarkan diri pada masing – masing Ketua Jurusan. Pengajuan judul ini disertai rancangan secara singkat. Adapun syarat pengajuan judul skripsi yang harus dipenuhi adalah sebagi berikut :

  1. Sudah menempuh semua mata kuliah teori dan tidak ada nilai E dan Mta kuliah Dasar Umum (MKDU) tidak ada yang bernilai D, yang dibuktikan dengan surat Keterangan Dosen Wali.
  2. Pengajuan ini bisa dilakukan sebelum, sesudah atau bersamaan dengan pemrograman KKN.
  3. Judul Skripsi relevan dengan disiplin jurusan atau program studi diman mahasiswa belajar.
  4. Penelitian ini bisa diteliti dan dipecahkan dengan pendekatan ilmiah
  5. Judul dan Obyek penelitian yang dipilih tidak mengalami kejenuhan/ sudah terlalu banyak yang mengambil.
  6. Penelitian tersebut dapat dilakukan dan diselesaikan dalam jangka waktu 1 semester (6 bulan).

 

C.    Bimbingan Usulan Penelitian

Setelah judul penelitian disetujui oleh ketua Jurusan, maka oleh Ketua Jurusan akan ditentukan Pembimbing Skripsi untuk diusulkan dan disyahkan Dekan Fakultas teknik. Tugas Pembimbing skripsi ini adalah membantu dan mengarahkan mahasiswa dalam menyelesaikan penelitian. Apabila usulan Penelitian ini sudah disetujui oleh pembimbing Skripsi, maka harus dicetak sebanyak 3 buah, yang masing – masing akan disahkan oleh Ketua Jurusan dan Dekan. Khusus bagi mahasiswa Jurusan Manajemen dan studi pembangunan dan keungan dan perbankan percetakan usulan penelitian dilakukan setelah seminar usulan penelitian dilakukan, usulan penelitian yang sudah dicetak tersebut : 1 eksemplar untuk pembimbing, 1 eksemplar untuk mahasiswa yang bersangkutan, 1 eksemplar untuk perusahaan/ obyek yang akan diteliti. Bagi mahasiswa Jurusan Akutansi, percetakan langsung dapat dilakukan.

 

D.    Seminar Usulan Penelitian

Seminar usulan penelitian hanya berlaku bagi mahasiswa Jurusan Manajemen dan jurusan Ilmu Ekonomi dan studi pembangunan. Seminar ini hanya diadakan apabila dosen pembimbing Skripsi sudah menyetujui. Adapun ketentuan mengadakan seminar usulan penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Mahasiswa penyaji harus pernah mengikuti seminar usulan penelitian minimum 10 kali. Kartu peserta seminar dapat diminta di Tata Usaha Fakultas Teknik, dengan syarat mahasiswa yang bersangkutan minimum sudah duduk semester 7 yang dibuktikan dengan Kartu Mahasiswa. Kartu Peserta seminar ditandatangani oleh masing – masing Ketua Jurusan. Contoh kartu peserta seminar dapat dilihat pada lampiran

  2. sebelum seminar dimulai, mahasiswa penyaji harus menyiapkan peserta (minimum 15 orang), penyanggah utama (5 orang), foto kopi usulan penelitian (minimum 17 eksemplar), dan blanko/ form seminar (dapat diminta di TU Fakultas Teknik atau jurusan). Contoh Form seminar : Laporan Kegiatan seminar dapat dilihat pada lampiran 2.3. daftar Hadir dapat dilihat pada lampiran 2.4 dan blanko Revisi dari peserta seminar dapat dilihat pad lampiran 2.5.

  3. Moderator seminar adalah Dosen Pembimbing Skripsi atau dosen lain yang ditunjuk oleh jurusan, sedangkan notulennya adalah salah satu mahasiswa dari peserta seminar.

  4. Mahasiswa harus memberitahukan kepada dosen Pembimbing Skripsi tentang waktu dan tempat pelaksanaan seminar, sehingga Dosen Pembimbing skripsi dapat menyesuaikan jadwalnya.

  5. Setelah seminar selesai, mahasiswa yang bersangkutan melaporkan kegiatan dan daftar hadir peserta seminar, termasuk koreksi dari peserta seminar kepada ketua Jurusan lewat Dosen Pembimbing Skripsi.

  6. Pendaftaran seminar dapat dilakukan pada jurusan masing – masing, sedang tempat pelaksanaan seminar akan diatur oleh fakultas.

E.     Permohonan Izin Penelitian

Permohonan izin penelitian ini terutama bagi mahasiswa yang akan mengadakan penelitian lapang (instansi, lembaga, wilayah teritorial, sedangkan mahasiswa yang akan mengadakan penelitian kepustakaan (library research) tidak merupakan keharusan. Permohonan izin penelitian ini dilakukan jika obyek penelitian sudah bersedia menjadi obyek penelitian. Permohonan surat izin penelitian dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1.      Mengajukan ke fakultas melalui Tata Usaha (TU) dengan menunjukkan Usulan Penelitian yang sudah disahkan oleh pihak yang berwenang.

2.      Mahasiswa mengisi blanko Surat izin Penelitian yang sudah disediakan rangkap 2 (diketik sendiri oleh mahasiswa)

3.      Apabila sudah diisi, surat Izin Penelitian diserahkan kembali ke TU untuk disahkan.

 

F.     Pengumpulan Data Penelitian

Pengambilan data melalui prosedur ini dilakukan jika mahasiswa melakukan penelitian lapang, sedangkan bagi mahasiswa yang melakukan penelitian kepustakaan tidak merupakan keharusan. Dengan berbekal Surat Izin Penelitian yang disertai Usulan Penelitian yang sudah disahkan, mahasiswa dapat mulai mengadakan penelitian. Ketentuan pengumpulan data adalaah sebagai berikut :

  1. Jangka waktu pengumpulan data sesuai dengan jadwal penelitian
  2. Setiap melakuakan pengumpulan data, mahasiswa harus mengisi laporan kegiatan penelitian, yang diketahui oleh pimpinan atau orang yang ditunjuk perusahaan/ instansi. Laporan kegiatan pengumpulan data ini harus disertakan pada skripsi pada saat mahasiswa akan ujian komprehensif. Blanko laporan kegiatan penelitian dapat diminta di Tata Usaha Fakultas Teknik. Contoh Laporan kegiatan pengumpulan data penelitian dapat dilihat pada lampiran 2.1
  3. Setelah mahasiswa selesai mengumpulkan data penelitian, harap menerima Surat Keterangan selesai Penelitian dari perusahaan/ Instansi Tersebut.

G.    Penyusunan Laporan Hasil Penelitian

Apabila data penelitian yang diperlukan sudah diperoleh dari obyek penelitian mahasiswa harus membuat laporan hasil penelitian. Dalam membuat laporan hasil penelitian ini, harus berpedoman pada Usulan Penelitian yang sudah disahkan. Apabila mahasiswa sudah menyelesaikan laporan hasil penelitian (skripsi) dibawah bimbingan dan pengarahan sekaligus sudah disetujui Dosen pembimbing skripsi maka bagi mahasiswa jurusan Akutansi dapat mempersiapkan diri untuk mengadakan seminar hasil penelitian. Bagi mahasiswa jurusan Manjemen dan studi pembangunan dan keuangan perbankan, dapat langsung mendaftar mengikuti ujian komprehensif.

 

H.    Seminar Hasil penelitian

Seminar hasil penelitian hanya berlaku bagi mahasiswa Jurusan Akuntansi. Seminar ini hanya dapat diadakan apabila Dosen Pembimbing skripsi sudah menyetujui. Adapun ketentuan untuk mengadakan seminar hasil penelitian adalah sebagai berikut :

  1. Mahasiswa penyaji harus pernah mengikuti seminar usulan penelitian minimum 10 kali. Kartu peserta seminar dapat diminta di Tata Usaha Fakultas Teknik, dengan syarat mahasiswa yang bersangkutan minimum sudah duduk semester 7 yang dibuktikan dengan Kartu Mahasiswa. Kartu Peserta seminar ditandatangani oleh masing – masing Ketua Jurusan. Contoh kartu peserta seminar dapat dilihat pada lampiran
  2. sebelum seminar dimulai, mahasiswa penyaji harus menyiapkan peserta (minimum 15 orang), penyanggah utama (5 orang), foto kopi usulan penelitian (minimum 17 eksemplar), dan blanko/ form seminar (dapat diminta di TU Fakultas Teknik atau jurusan). Contoh Form seminar : Laporan Kegiatan seminar dapat dilihat pada lampiran 2.3. daftar Hadir dapat dilihat pada lampiran 2.4 dan blanko Revisi dari peserta seminar dapat dilihat pad lampiran 2.5.
  3. Moderator seminar adalah Dosen Pembimbing Skripsi atau dosen lain yang ditunjuk oleh jurusan, sedangkan notulennya adalah salah satu mahasiswa dari peserta seminar.
  4. Mahasiswa harus memberitahukan kepada dosen Pembimbing Skripsi tentang waktu dan tempat pelaksanaan seminar, sehingga Dosen Pembimbing skripsi dapat menyesuaikan jadwalnya.
  5. Setelah seminar selesai, mahasiswa yang bersangkutan melaporkan kegiatan dan daftar hadir peserta seminar, termasuk koreksi dari peserta seminar kepada ketua Jurusan lewat Dosen Pembimbing Skripsi.

 

I.       Ujian Komprehensif

Ujian Komprehensif dapat dilakukan jika mahasiswa sudah mengadakan seminar hasil penelitian dan disetujui oleh Dosen Pembimbing Sripsi. Persetujuan Dosen Pembimbing Skripsi (ditulis dengan tangan ACC UNTUK UJIAN KOMPREHENSIF, dan tanggal persetujuan dilakukan), ditulis pada halaman sampul dan disertakan saat mahasiswa mendaftar ujian komprehensif. Adapun ketentuan ujian komprehensif. Adapun ketentuan ujian komprehensif adalah sebagai berikut :

1.      Mahasiswa mendaftar ujian komprehensif di TU, dengan menyertakan :

a.       Foto kopi her registrasi yang sudah dilegalisir oleh Bagian Keuangan,

b.      Foto Kopi Kuitansi pembayaran ujian komprehensif yang sudah dilegalisasi oleh bagian Keuangan.

c.       Menyerahkan draf skripsi yang sudah disetujui oleh dosen Pembimbing Skripsi.

d.      Mengisi daftar peserta ujian komprehensif TU.

e.       Foto Kopi Kuitansi pembayaran KKN.

2.      Pelaksanaan ujian komprehensif akan ditentukan oleh Fakultas/ Jurusan.

3.      TIM Penguji terdiri atas 3 (tiga) orang staf Dosen Pengajar Jurusan atau pihak lain yang ditunjuk. Dua orang anggota TIM penguji adalah Dosen Pembimbing Skripsi.

4.      Kreteria Penilaian Ujian Komprehensif adalah :

a.       Metodologi Penelitian

b.      Teori yang mendukung dan pengetahuan yang berkaitan

c.       Hasil Penelitian

d.      Presensi hasil penelitian, sikap dan cara berbicara

Setelah mahasiswa ujian komprehensif (baik lulus maupun tidak lulus), maka apabila ada koreksi perbaikan dari Tim penguji, selanjutnya mahasiswa mengadakan perbaikan skripsi dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Skripsi. Apabila dirasa sudah cukup, skripsi tersebut kemudian dicetak sebanyak sesuai kebutuhan, namun wajib menyerahkan ke jurusan masing – masing srbanyak 1 eksemplar, yang sudah disahkan.

 

J.      Penyusunan Abstraksi

Penyusunan abstraksi digunakan untuk memenuhi persyaratan untuk mengikuti ujian negara ciciran (UNC) akhir. Format abstraksi dapat dilihat pada Bab V. Bagian isi Abstraksi yang digunakan sebagai prasyarat UNC dibuat sama dengan yang ada dalam skripsi. Jumlah abstraksi yang harus dicetak adalah sebanyak 3 eksemplar, dengan perician 1 untuk kopertis, 1 untuk jurusan, dan 1 untuk mahasiswa yang bersangkutan. Abstraksi ini harus disetujui Dosen Pembimbing Skripsi, dan disahkan oleh ketua Jurusan dan Dekan Fakultas Ekonomi.

Selain Abstraksi yang digunakan untuk persyaratan UNC, setiap eksemplar skripsi wajib disertakan abstraksi berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris.

 

 

III.           PENULISAN USULAN PENELITIAN 

 

Usulan penelitian terdiri atas 3 (tiga) bagian : Bagian Awal, Bagian Isi, dan Bagian Akhir. Masing – masing bagian ini akan dibagi lagi menjadi bagian yang lebih terperinci, dan akan diperjelas, tentang apa maksud dan isinya.

 

 

A.    BAGIAN AWAL

 

Bagian awal usulan penelitian meliputi : sampul/cover depan, halaman judul, dan halaman pengesahan.

1.      Sampul/Cover Depan

Sampul/cover depan usulan penelitian berisi : usulan penelitian, judul penenlitian, lambang Universitas Muhammadiyah Malang, nama dan NIM, NIMR, Universitas, Fakultas, dan bulan dan tahun usulan penelitian disahkan.

a.       Usulan Penelitian

b.      Judul Penelitian

Judul penelitian harus dibuat singkat, jelas, mencakup semua hal yang berkaitan dengan penelitian, dan tidak bermakna ganda.

c.       Lambang Universitas Muhammadiyah Malang

Lambang Universitas Muhammadiyah Malang berbentuk segi lima, dengan garis tengah 3,5 cm.

d.      Nama, NIM, dan NIRM

Nama ditulis lengkap (tidak boleh disingkat) dan dibawahnya ditulis NIM, dan NIRM.

e.       Universitas, Fakultas, bulan dan tahun disahkan. Contoh sampul/cover depan dapat dilihat pada lampiran 3.1

2.      Halaman Judul

Halaman judul dibuat persis sama dengan sampul/cover depan, hanya di bawah nama dan nomor mahasiswa ditambahkan maksud penelitian, yaitu untuk menyususn skripsi pada program strata I (S1), Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang. Contoh halaman judul dapat dilihat pada lampiran 3.2.

3.      Halaman Pengesahan

Halaman pengesahan meliputi :

a.       Usulan penelitian

b.      Judul penelitian

c.       Nama

d.      NIM

e.       NIRM

f.       Tanggal Pengesahan

g.      Nama Pembimbing

h.      Mengetahui Ketua Jurusan, dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang.

Contoh halaman pengesahan dapat dilihat pada lampiran 3.3.

 

B.     BAGIAN ISI

 

Bagian Isi meliputi : latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan dan keguanaan penelitian, tinjauan pustaka, hipotesis, metode penelitian, dan jadwal penelitian.

1.      Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah berisi tentang :

1)      Faktor – faktor yang mendorong peneliti untuk melakukan peneltian. Biasanya alasan yang diajukan oleh peneliti adalah adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan (keadaan ideal atau semestinya) dengan keadaan yang ada pada saat penenltian akan dilakukan

2)      Arti penting dan perlunya masalah dari judul di atas diangkat dalam suatu penelitian.

Sebaiknya Latar Belakang Masalah antara 2 – 3 lembar halaman kuarto.

2.      Perumusan Masalah

Perumusan Masalah dibuat berdasarkan Latar Belakang Masalah. Perumusan Masalah berupa pertanyaan yang ingin dicarikan jawabnya melalui kegiatan penelitian. Perumusan penelitian sebaiknya sebanyak antara 2 – 3 macam, karena kalau kurang dari 2 macam, masalah yang diteliti terlalu sempit, sedangkan kalau lebih dari 3 masalah yang diteliti terlalu luas.

3.      Pembatasan Masalah

Pembatasan Masalah dilakukan dengan tujuan agar pokok permasalahan yang diteliti tidak terlalu melebar dari yang sudah ditentukan, atau dengan kata lain agar penelitian terfokus pada tujuan yang ada/diteliti.

4.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian

a.       Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian disesuaikan dengan Perumusan Masalah yang akan diteliti. Jadi kalau perumusan masalah terdiri dari 2 macam, maka perumusan masalah sebaiknya juga berjumlah 2.

b.      Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian, secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 atau 3, yaitu :

1)      Bagi perusahaan/obyek yang diteliti

2)      Bagi pihak lain/Almamater

3)      Bagi penulis

 

 

5.      Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka pada dasarnya berisi :

a.       Landasan hasil penelitian terdahulu

b.      Landasan teori yang berkaitan dengan penulisan

Sebaiknya Tinjauan Pustaka dalam Usulan Penelitian dibuat dalam bentuk alinea – alinea, yang masing – masing alinea berisi 1 pokok pikiran, dan jumlah halamannya antara 4 – 5 halaman.

 

6.      Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara dari perumusan masalah yang harus diuji kebenarannya. Jadi, kalau jumlah perumusan masalah 2, maka hipotesis juga harus 2. Hipotesis harus bisa diuji dengan metode analisis yang akan dipergunakan. Penggunaan hipotesis bukan merupakan keharusan, tetapi tergantung pada jenis penelitiannya. Hipotesis digunakan terutama untuk hasil penelitian yang ada standar atau tolak ukurnya sebagai pembanding dengan hasil penelitian

7.      Metode Penelitian

Metode penelitian secara umum meliputi : Lokasi Penelitian, Jenis Penelitian, Data dan Sumber Data, Populasi dan Sampel, Teknik Pengambilan Data, Teknik Pengumpulan Data, Definisi Operasional Variabel, dan Teknik Analisis Data.

a.       Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian berisi tentang tempat penelitian/perusahaan dimana penelitian dilakukan, beserta jalan dan kota.

b.      Jenis Peneltian

Dalam Metodologi Peneltian, jenisi penelitian berdasarkan sifatnya, dibagi menjadi beberapa macam. Mahasiswa dapat memilih salah satu jenis penelitian. Sebaiknya, sesuaikan dengan jenis penelitian yang dipilih, cantumkan juga arti dari jenis penelitian secara spesifik.

c.       Data dan Sumber data

Data yang dikumpulkan, secara garis besar dapat dibagi menjadi :

1)      Data primer, yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh peneliti

2)      Data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh pihak lain, yang biasanya dalam bentuk publikasi atau jurnal.

Data yang dikumpulkan, sebaiknya disebutkan secara terperinci dari masing – masing data tersebut, beserta jangka waktunya, kalau memang itu memungkinkan. Dari masing – masing jenis data tersebut sebutkan juga sumber datanya.

d.      Populasi dan Sample (kalau ada)

Penentuan populasi dan sampel ini menjadi penting apabila penelitian menggunakan responden. Tentukan populasi dan sampel secara jelas.

e.       Teknik Pengambilan Data (kalau ada)

Metode pengmabilan data, bisa berupa sensus atau sampling. Kalau sampling, bisa dilakukan dengan simple random sampling, stratified sampling, cluster sampling, convenien sampling, judgement sampling, quota sampling ataupun dengan purposive random sampling, dan sebagainya.

f.       Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data penelitian dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya pengamatan, wawancara, dan daftar pertanyaan. Pilih salah satu atau beberapa teknik pengumpulan yang akan digunakan. Berikan pengertian secara spesifik.

 

 

g.      Definisi Operasional Variabel (kalau ada)

Definisi Operasional variabel ini digunakan terutama pada penelitian yang mencari hubungan antar variabel penelitian. Tuliskan secara jelas dan lengkap semua variabel penelitian dan indikator yang akan digunakan.

h.      Teknik Analisis Data

Teknik analisi data harus menyebutkan semua alat analisis yang digunakan, termasuk pengujian hipotesisnya. Misalnya, kalau hipotesisnya berjumlah 2, maka pengujian hipotesis juga harus berjumlah 2. Yang perlu diingat, bahwa pengujian hipotesis bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Apabila bersifat kuantitatif, tidak harus bersifat statistik, tetapi tergantung pada masalah yang diteliti dan alat analisis yang digunakan. Jika penelitian tidak menggunakan hipotesis, maka tidak perlu menggunakan pengujian hipotesis.

8.      Jadwal Penelitian.

Jadwal penelitian dibuat berdasarkan pada peraturan di Fkultas Ekonomi UMM, yaitu bahwa penelitian paling lama 1 semester atau 6 bulan. Kalau lebih dari ketentuan tersebut maka mahasiswa harus membuat judul baru dan mengadakan penelitian lagi. Jadwal penelitian ini dibuat agar mahasiswa bekerja/mengadakan kegiatan penelitian sesuai skedul yang sudah dibuat. Jadwal penelitian, bisa dibuat dengan kalimat, maupun dalam bentu tabel. Contoh jadwal penelitian dapat dilihat pada Lampiran 3.4.

 

 

C.    Bagian Akhir

Bagian Akhir meliputi : Daftar Pustaka, rencana daftar isi skripsi, dan lampiran (bila ada)

1.      Daftar Pustaka

Daftar Pustaka berisi keseluruhan literatur/referensi beserta pengarangnya, yang dijadikan sebagai acuan dalam penelitian. Cara penulisan Daftar Pustaka dapat dilihat pada bab 5

2.      Rencana Daftar Isi Skripsi

Rencana Daftar Isi Skripsi berisi tentang keseluruhan rencana daftar isi skripsi. Contoh rencana daftar isi skripsi dapat dilihat pada lampiran 3.5.

3.      Lampiran

Lampiran pada usulan penelitian bisa berupa daftar pertanyaan (kalau ada), atau hal lain yang dianggap perlu.

 

 

IV.           PENULISAN SKRIPSI

 

Skripsi (Laporan Hasil Penelitian) terdiri atas 3 (tiga) bagian, yaitu : Bagian Awal, Bagian Isi, dan Bagian Akhir. Masing – masing bagian ini akan dibagi lagi menjadi bagian yang lebih terperinci, dan akan diperjelas, tentang apa maksud dan isinya..

 

A.    BAGIAN AWAL

Bagian Awal Skripsi meliputi : sampul/cover depan, halaman judul, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, dan ringkasan,

1.      Sampul/Cover Depan

Sampul/Cover Depan Skripsi  berisi : judul penenlitian, lambang Universitas Muhammadiyah Malang, Skripsi, nama dan nomor mahasiswa, tempat mahasiswa kuliah, kota, dan tahun skripsi disahkan.

a.       Judul Penelitian

Judul penelitian harus dibuat singkat, jelas, mencakup semua hal yang berkaitan dengan penelitian, dan tidak bermakna ganda.

b.      Skripsi

c.       Lambang Universitas Muhammadiyah Malang

Lambang Universitas Muhammadiyah Malang berbentuk segi lima, dengan garis tengah 3,5 cm.

d.      Nama, NIM, dan NIRM

Nama ditulis lengkap (tidak boleh disingkat) dan dibawahnya ditulis NIM, dan NIRM.

e.       Universitas, Fakultas, bulan dan tahun disahkan. Contoh sampul/cover depan dapat dilihat pada lampiran 4.1

2.      Halaman Judul

Halaman judul dibuat persis sama dengan sampul/cover depan, hanya di bawah Skripsi ditambahkan maksud skripsi, yaitu untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Malang. Contoh halaman judul dapat dilihat pada lampiran 4.2.

3.      Halaman Pengesahan

Halaman Pengesahan meliputi :

a.       Skripsi

b.      Judul penelitian

c.       Nama

d.      NIM

e.       NIRM

f.       Tanggal Pengesahan

g.      Nama Pembimbing dan Penguji

h.      Mengetahui Ketua Jurusan, dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang.

Contoh halaman pengesahan dapat dilihat pada lampiran 4.3.

 

4.      Kata Pengantar

Penulisan kata pengantar, bukan merupakan tulisan ilmiah. Jadi, penulis bebas mennetukan bagaimana cara menulisnya. Secara umum, kata pengantar meliputi ;

a.       Alinea pertama berisi pernyataan rasa syukur penulis kepada Allah

b.      Alinea kedua berisi tentang maksud/tujuan penulisan skripsi.

c.       Alinea ketiga berisi tentang ucapan terima kasih penulis kepada pihak lain yang membenti

d.      Alinea keempat berisi tentang permohonan kritik, saran, dan harapan penulis kepada pembaca.

5.      Daftar Isi

Daftar isi berisi tentang keseluruhan isi yang termuat dalam skripsi, yang berupa bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir skripsi beserta perinciannya. Dalam daftar isi, semua bagian awal skripsi dan judul bab ditulis dalam huruf besar, sedang yang lain ditulis menurut ketentuan. Dalam daftar isi juga harus dicantumkan halamannya. Contoh daftar isi dapat dilihat pada lampiran 4.4.

6.      Daftar Tabel

Daftar tabel memuat semua nomor dan judul tabel yang ada dalam skripsi beserta halaman tabel tersebut berada.

7.      Daftar Gambar

Daftar Gambar memuat semua nomor dan judul gambar yang ada dalam skripsi beserta halaman tabel tersebut berada.

8.      Daftar Lampiran

Daftar lampiran tidak sama dengan lampiran yang ada pada bagian akhir skripsi. Daftar Lampiran memuat semua nomor dan judul lampiran yang ada dalam skripsi beserta halaman lampiran tersebut berada.

9.      Abstraksi

Abstraksi skripsi memuat bagian isi skripsi secara ringkas. Banyaknya kata dalam abstraksi antara 700-1000 kata. Isi Abstraksi ini meliputi :

a.       Alinea pertama berisi tentang judul penelitian dan jenis penelitian

b.      Alinea kedua berisi tentang tujuan penelitian

c.       Alinea ketiga berisi tentang hipotesis

d.      Alinea keempat berisi tentang alat analisis

e.       Alinea kelima berisi tentang hasil penelitian

f.       Alinea keenam berisi tentang kesimpulan

g.      Alinea ketujuh berisi tentang implikasi

      Contoh abstraksi hasil penelitian dapat dilihat pada lampiran 4.5

10.  Abstraction.

Abstraction adalah abstraksi hasil penelitian yang berbentuk bahasa inggris.

 

 

 

 

 

B.     BAGIAN ISI

Bagian Isi Skripsi meliputi : 1. Pendahuluan, 2. tinjauan pustaka dan hipotesis, 3. Metode Penelitian, 4. hasil penelitian, 5. kesimpulan dan implikasi.

1.      Pendahuluan

Pendahuluan meliputi : Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Pembatasan Masalah, Tujuan dan Kegunaan penelitian. Perincian pendahuluan ini akan diperjelas dibawah ini. Pada dasrnya isi pendahuluan ini poin – poinnya sama dengan yang ada pada usulan penelitian. Jadi, kalau memang dirasa sudah baik, tidak perlu direvisi lagi.

a.       Latar Belakang Masalah

Latar Belakang Masalah berisi tentang ;

1)      Faktor – faktor yang mendorong peneliti untuk melakukan peneltian. Biasanya alasan yang diajukan oleh peneliti adalah adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan (keadaan ideal atau semestinya) dengan keadaan yang ada pada saat penenltian akan dilakukan

2)      Arti penting dan perlunya masalah dari judul di atas diangkat dalam suatu penelitian.

b.      Perumusan Masalah

Perumusan Masalah dibuat berdasarkan Latar Belakang Masalah. Perumusan Masalah berupa pertanyaan yang ingin dicarikan jawabnya melalui kegiatan penelitian. Perumusan penelitian sebaiknya sebanyak antara 2 – 3 macam, karena kalau kurang dari 2 macam, masalah yang diteliti terlalu sempit, sedangkan kalau lebih dari 3 masalah yang diteliti terlalu luas.

c.       Pembatasan Masalah

Pembatasan Masalah dilakukan dengan tujuan agar pokok permasalahan yang diteliti tidak terlalu melebar dari yang sudah ditentukan, atau dengan kata lain agar penelitian terfokus pada tujuan yang ada/diteliti.

d.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian

a.       Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian disesuaikan dengan Perumusan Masalah yang akan diteliti. Jadi kalau perumusan masalah terdiri dari 2 macam, maka perumusan masalah sebaiknya juga berjumlah 2.

b.      Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian, secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 atau 3, yaitu :

1)      Bagi perusahaan/obyek yang diteliti

2)      Bagi pihak lain/Almamater

3)      Bagi penulis

2.      Tinjauan Pustaka dan Hipotesis

Tinjauan pustaka pada skripsi harus dibuat lebih mendalam dibandingkan dengan usulan penelitian. Tinjauan Pustaka dan Pengajuan Hipotesis meliputi:

a. Landasan hasil penenlitian terdahulu, yaitu landasan yang diacu dari jurnal atau penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang akan diadakan

b. Landasan teoritik, yaitu landasan yang diacu dari referensi dan literatur teori yang berkaitan dengan penelitian

c. Hipotesis merupakan jawaban sementara dari perumusan masalah yang haru diuji kebenarannya. Dasar atau landasan untuk pengambilan hipotesis ini adalah tinjauan pustaka dan hasil pra penelitian, atau mungkin logika yang bisa dipertanggungjawabkan. Hipotesis ini bukan merupakan keharusan, tetapi tergantung jenis penelitiannya.

3. Metode Penelitian

Metode penelitian  pada skripsi persis sama dengan yang ada pada usulan penelitian. Jadi jika dirasa sudah baik, maka metode penelitian pada usulan penelitian tidak perlu direvisi. Metode penelitian secara umum meliputi : Lokasi Penelitian, Jenis Penelitian, Data dan Sumber Data, Populasi dan Sampel, Teknik Pengambilan Data, Teknik Pengumpulan Data, Definisi Operasional Variabel, dan Teknik Analisis Data.

a.       Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian berisi tentang tempat penelitian/perusahaan dimana penelitian dilakukan, beserta jalan dan kota.

b.      Jenis Peneltian

Dalam Metodologi Peneltian, jenisi penelitian berdasarkan sifatnya, dibagi menjadi beberapa macam. Mahasiswa dapat memilih salah satu jenis penelitian. Sebaiknya, sesuaikan dengan jenis penelitian yang dipilih, cantumkan juga arti dari jenis penelitian secara spesifik.

c.       Data dan Sumber data

Data yang dikumpulkan, secara garis besar dapat dibagi menjadi :

1)      Data primer, yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh peneliti

2)      Data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh pihak lain, yang biasanya dalam bentuk publikasi atau jurnal.

Data yang dikumpulkan, sebaiknya disebutkan secara terperinci dari masing – masing data tersebut, beserta jangka waktunya, kalau memang itu memungkinkan. Dari masing – masing jenis data tersebut sebutkan juga sumber datanya.

d.      Populasi dan Sample (kalau ada)

Penentuan populasi dan sampel ini menjadi penting apabila penelitian menggunakan responden. Tentukan populasi dan sampel secara jelas.

e.       Teknik Pengambilan Data (kalau ada)

Metode pengmabilan data, bisa berupa sensus atau sampling. Kalau sampling, bisa dilakukan dengan simple random sampling, stratified sampling, cluster sampling, convenien sampling, judgement sampling, quota sampling ataupun dengan purposive random sampling, dan sebagainya.

f.       Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data penelitian dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya pengamatan, wawancara, dan daftar pertanyaan. Pilih salah satu atau beberapa teknik pengumpulan yang akan digunakan. Berikan pengertian secara spesifik.

 

 

g.      Definisi Operasional Variabel (kalau ada)

Definisi Operasional variabel ini merupakan hal sangat penting dalam  penelitian. Tuliskan secara jelas dan lengkap semua variabel penelitian dan indikator yang akan digunakan.

h.      Teknik Analisis Data

Teknik analisis data harus menyebutkan semua alat analisis yang digunakan, termasuk pengujian hipotesisnya (jika ada hipotesis). Misalnya, kalau hipotesisnya berjumlah 2, maka pengujian hipotesis juga harus berjumlah 2. Yang perlu diingat, bahwa pengujian hipotesis bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Apabila bersifat kuantitatif, tidak harus bersifat statistik, tetapi tergantung pada masalah yang diteliti dan alat analisis yang digunakan. Jika penelitian tidak menggunakan hipotesis, maka tidak perlu menggunakan pengujian hipotesis.

 

4.      Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini berisi temuan – temuan yang diperoleh selama penelitian. Hasil penelitian ini meliputi :

a.       Keadaan umum obyek yang diteliti, dibedakan antara penelitian dengan menggunakan responden dengan yang tidak menggunakan responden. Kalau menggunakan responden, biasa berisi tentang keadaan umum daerah penelitian, sedangkan apabila tidak menggunakan responden, biasanya berisi tentang keadaan umum perusahaan/instansi yang diteliti.

b.      Analisis data, dilakukan dengan cara mengadakan analisis data penelitian sekaligus membandingkan anatara hasil analisis data penelitian dengan pengujian hipotesisnya.

5.      Kesimpulan dan Implikasi

Kesimpulan dan implikasi merupakan bagian terkahir dari bagian isi. Kesimpulan dan implikasi ini meliputi :

a.       kesimpulan, merupakan pernyataan singkat dan padat dari hasil penelitian. Kesimpulan harus merupakan jawaban dari perumusan masalah dan pembuktian dari hipotesis yang diambil oleh peneliti.

b.      Impplikasi, berisi tentang penerapan dan saran – saran yang bisa diberikan oleh peneliti kepada objek penelitian maupun kepada ilmu pengetahuan berdasarkan kesimpulan hasil penelitian.

 

C.    BAGIAN AKHIR

Bagian akhir skripsi meliputi : 1. Daftar Pustaka, dan 2. Lampiran

1.      Daftar Pustaka

Daftar Pustaka berisi keseluruhan literatur/referensi beserta pengarangnya, yang dijadikan sebagai acuan dalam penelitian. Cara penulisan Daftar Pustaka dapat dilihat pada Bab 5.

2.      Lampiran

Lampiran pada skripsi bisa berupa surat bukti selesai penelitian, daftar pertanyaan, perhitungan – perhitungan, atau hal – hal lain yang dianggap perlu.

 

V.              PENULISAN LAPORAN ABSTRAKSI

 

Abstraksi untuk laporan ke Kopertis terdiri atas 3 (tiga) bagian, yaitu : Bagian Awal, Bagian Isi, dan Bagian Akhir. Masing – Masing bagian ini akan dibagi lagi menjadi bagian yang lebih terperinci dan akan diperjelas tentang apa maksud dan isinya.

 

A.    BAGIAN AWAL

Bagian Awal abstraksi : halaman sampul/cover, halaman Judul, dan halaman pengesahan.

1.      Halaman Sampul/Cover

Halaman sampul/cover abstraksi dibuat sama dengan sampul skripsi, yang membedakan adalah kata skripsi diganti dengan abstraksi. Contoh halaman sampul/cover abstraksi dapat dilihat pada lampiran 5.1.

2.      Halaman Judul

Halaman judul abstraksi dibuat sama dengan judul skripsi, yang membedakan adalah kata skripsi diganti dengan abstraksi. Contoh halaman judul abstraksi dapat dilihat pada lampiran 5.2.

3.      Halaman Pengesahan

Halaman Pengesahan abstraksi dibuat sama dengan pengesahan skripsi, yang membedakan adalah kata skripsi diganti dengan abstraksi. Contoh halaman pengesahan abstraksi dapat dilihat pada lampiran 5.3.

 

 

B.     BAGIAN ISI

Bagian Isi abstraksi dibuat sama persis dengan abstraksi yang ada pada skripsi, baik format penulisan maupun isinya. Format penulisan abstraksi dapat dilihat pada penulisan bagian awal skripsi. Jarak pengetikan antar baris dalam abstraksi tetap mengunakan 1 spasi. Jumlah kata dalam abstraksi antara 700 – 1000 kata. Contoh abstraksi dapat dilihat pada lampitan 4.6.

 

 

C.    BAGIAN AKHIR

Bagian akhir abstraksi meliputi : surat keterangan selesai penelitian, kartu kendali bimbingan skripsi, dan berita acara ujian skripsi.

1.      Surat Keterangan selesai penelitian

Surat Keterangan selesai penelitian hanya diperlukan jika penelitiannya merupakan penelitian empirik dan diminta dari perusahaan/instansi dimana penelitian dilakukan.

 

 

 

2.      Kartu kendali bimbingan skripsi

Kartu kendali bimbingan skripsi ini dapat diminta pada Tata Usaha Fakultas Ekonomi dan harus sudah diisi serta mendapat persetujuan pembimbing skripsi

3.      Halaman berita acara ujian skripsi

Halaman berita acara ujian skripsi ini sudah disediakan pada masing – masing jurusan dan dapat diambil setelah yudisium ujian skripsi.

 

VI.           KETENTUAN PENULISAN

 

Tujuan adanya ketentuan penulisan adalah untuk menyeragamkan penulisan, baik usulan penelitian, skripsi, maupun abstraksi bagi semua mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang. Ketentuan penulisan meliputi : Ketentuan Umum dan Ketentuan Khusus.

 

 

A.    KETENTUAN UMUM

Ketentuan Umum meliputi : Kertas yang digunakan, Pengetikan, Penomorna, Pemisahan Kata, dan Penggunaan Bahasa. Ketentuan ini akan diperjelas satu per satu.

1.      Kertas yang digunakan

Kertas yang digunakan untuk skripsi ini meliputi :

a.       Sampul depan usulan penelitian menggunakan kertas buffalo warna kuning tua, sedangkan untuk skripsi menggunakan kertas karton tebal dan bewarna kuning tua

b.      Kertas untuk pengetikan menggunakan kertas kuarto 80 gram

c.       Pembatas antar bab, menggunakan kertas polos warna kuning

d.      Setiap skripsi harus diberi pita warna kuning.

2.      Pengetikan

Ketentuan pengetikan meliputi :

  1. Pengetikan dilakukan pada kertas kuarto dengan ketentuan : 4 cm dari atas, 4 cm dari tepi kiri, 3 cm dari tepi kanan, dan 3 cm dari bawah kertas kuarto.

  2. Jenis huruf yang digunakan adalah huruf Pica dnegan ukuran 10 huruf per inci atau huruf Elite dengan ukuran 10-12 huruf per inci. Kalau menggunakan program pengolah kata WS, pilih font Roman 10, bila menggunakan MS-Word atau software lainnya, ukuran huruf harus standar.

  3. Pengetikan pada sisi kanan setiap halaman harus rata.

  4. Jarak antara judul bab dengan sub bab adalah 4 spasi

  5. Jarak antar sub bab adalah 3 spasi

  6. Jarak antar baris dalam 1 sub bab adalah 2 spasi.

  7. Jarak antar baris dalam abstraksi skripsi adalah 1 spasi.

  8. Pengetikan judul bab simetris (terletak di tengah kertas)

  9. Pengetikan judul sub bab dimulai pada ketukan pertama.

  10. Pengetikan setiap awal paragraf dimulai pada ketukan ke-6.

Contoh ketentuan pengetikan dapat dilihat pada lampiran 6.1.

3.      Penomoran

Ketentuan penomoran meliputi : penomoran bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir. Penomoran bagian awal, baik usulan penelitian, skripsi, maupun laporan abstraksi penelitian menggunakan nomor romawi kecil (i,ii,iii,iv, dan seterusnya). Bagian isi usulan penelitian dianggap terdiri dari satu sub bab, maka penomoran bagian isi usulan penelitian ini diperlakukan sama dengan penomoran satu bab pada skripsi. Sedangkan penomoran bagian isi skripsi dapat dilakukan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Pada halaman pertama setiap awala bab nomor halaman, ditulis di bawah.

  2. Penomoran pada setiap halaman baik pada usulan penelitian maupun skripsi terletak pada sisi kanan atas.

  3. Penomoran bab, menggunakan angka romawi besar (I, II, III, dan seterusnya) dan menggunakan kata bab.

  4. Penomoran sub bab, menggunakan huruf balok (A, B, C, dan seterusunya)

  5. Penomoran sub dari sub bab, menggunakan angka arab (1, 2, 3, dan seterusunya)

  6. Penomoran perincian sub dari sub bab (perincian point e), menggunakan huruf latin kecil(a, b, c, dan seterusnya).

  7. Penomoran perincian dari perincian sub dari sub bab (perincian point f), menggunakan angka arab yang diberi tanda kurung tutup di belakngnya.

  8. Penomoran perincian dari perincian point g, menggunakan angka huruf latin kecil yang diberi tanda kurung tutup di belakngnya.

  9. Penomoran perincian dan point h, menggunakan angka romawi kecil (i,ii,iii,iv, dan seterusnya).

Jadi berdasarkan ketentuan di atas, penomoran pada uraian/perincian dalam skripsi dengan menggunakan tanda – (strip) tidak diperbolehkan. Contoh penomoran dapat dilihat pada lampiran 6.2. penomoran untuk bagian akhir menggunakan angka arab dan diletakkan pada sisi kanan atas.

4.      Pemenggalan Kata

Pemenggalan kata harus disesuaikan dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Contoh pemenggalan kata yang benar dan salah adalah sebagai berikut:

Sau-da-ra                           bukan                             Sa-uda-ra

De-ngan                            bukan                             deng-an

Mu-ta-khir                         bukan                             mu-tak-hir

Cap-lok                             bukan                             ca-plok

In-stru-men                       bukan                             ins-tru-men

Ma-kan-an                         bukan                             ma-ka-nan

5.      Penggunaan Bahasa

Penggunaan bahasa mengacu dari Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Ketentuan penggunaan bahasa ini meliputi :

a.       Kalimat yang digunakan pada penulisan usulan penelitian dan skripsi adalah kalimat pasif.

b.      Penggunaan kata sya, aku, kami, mereka, dia, kita, dan sejenisnya tidak diperbolehkan. Kata – kata (terutama pada kata pengantar) tersebut diganti menjadi penulis.

c.       Kata sambung tidak boleh digunakan pada awal kalimat, seperti dan, walaupun, karena dan sejenisnya.

d.      Setiap sub bab terdiri dari beberapa paragraf.

e.       Setiap paragraf terdiri dari satu pokok pikiran, yang terdiri dari satu kalimat inti ditambah dengan satu atau beberapa kalimat penjelas. Jadi, setiap paragraf harus terdiri dari lebih dari satu kalimat, tetapi dengan satu pokok pikiran.

f.       Penulisan unsur serapan di sini terutama unsu pinjaman yang pengucapannya dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Contoh penulisan unsur serapan yang benar dan salah adalah sebagai berikut :

Contoh penulisan unsur serapan yang benar dan salah adalah sebagai berikut :

Konstruksi                      bukan                             kontruksi

Klasifikasi                      bukan                             klassifikasi

Teknik                            bukan                             tehnik

Deskripsi                        bukan                             diskripsi

Analisis                          bukan                             analisa

Sintesis                           bukan                             sintesa

Hipotesis                        bukan                             hipotesa

Varietas                          bukan                             varitas

g.      penggunaan awalan kata depan harus dibedakan. Contohnya kata di, bisa merupakan awalan dan kata depan. Kata di yang menunjukkan kata depan harus dipisah dengan kata yang mengikutinya, misalnya di Malang, di atas, dan sebagainya. Di yang menunjukkan awalan harus digabung dengan kata yang mengikuti misalnya diambil, diperjelas, dianalisis, dan sebaginya.

h.      Apabila awal paragraf terletak pada akhir suatu halamn, kurang dari 3 baris, maka awal ini dimasukkan pada halaman berikutnya.

 

 

B.     KETENTUAN KHUSUS

Ketentuan khusus meliputi : Penulisan judul bab, sub dari sub bab; Cara penulisan petikan langsung; dan Penulisan daftar pustaka. Ketentuan khusus akan diperjelas satu per satu.

1.      Penulisan judul bab, sub bab, dan sub dari sub bab

Ketentuan ini meliputi :

  1. Penulisan judul bab, semua menggunakan huruf besar. Jadi, penulisan judul tabel, gambar, lampiran, dan uraian dalam sub bab, dan sebagainya tidak boleh menggunakan huruf besar semua

  2. Penulisan sub bab, yang menggunakan huruf besar hanya awal setiap kata, kecuali untuk kata sambung atau kata depan, misalnya : A. Latar Belakang Masalah; D.Tujuan dan Kegunaan Penelitian. Usulan penelitian dianggap sebagai su bab, jadi penulisannya seperti ketentuan pada bab skripsi.

  3. Penulisan sub dari sub bab, menggunakan huruf kecil, kecuali awal kalimat dan penggunaan huruf besar berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (misalnya nama kota)

2.      Penulisan huruf tebal dan miring

Ketentuan ini meliputi :

  1. Penulisan huruf tebal digunakan untuk menuliskan bab dan sub bab.

  2. Penulisan huruf miring digunakan untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing (bahasa inggris), kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Sedapat mungkin dihindari penggunaan kata asing, kecuali kata yang mempunyai pengertian khas.

3.      Penulisan petikan langsung

Pengetikan dappat dilakukan dengan 2 cara, karena itu jika salah satu cara telah dipilih, maka petikan langsung pada seluruh usulan penelitian dan skripsi harus menggunakan cara yang sam. Jarak antar baris petikan langsung tetap 2 spasi. Pengarang hanya ditulis nama belakangnya saja, diikuti koma tahun penerbiatan titik dua halaman. Penulisan petikan langsung dapat dilakukan dengan cara :

  1. Pada awal kalimat meliputi :

1)      Jika penulis hanya satu orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Husnan (1992;96) menyatakan bahwa sewa guna usaha adalah bentuk persewaan yang tidak bisa dibatalkan selam periode persewaan tersebut, dan diharuskan membayar biaya sewa secara periodik selama periode sewa tersebut.

2)      Jika penulis terdiri dari dua orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Siegel dan Shim (1993;98) menyatakan bahwa mungkin tolak ukur tunggal keberhasilan suatu organisasi yang paling luas dipergunakan adalah laba atas investasi (ROI)

3)      Jika penulis terdiri lebih dari dua orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Martin, dkk. (1993;178) menyatakan bahwa arus kas proyek dapat dikelompokkan dalam 3 kategori, yaitu :

1.      Pengeluaran awal

2.      Selisih arus kas selama umur ekonomia proyek

3.      Arus kas terminal (arus kas penutup)

  1. Pada akhir kalimat meliputi :

1)      Jika penulis hanya satu orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Sewa guna usaha adalah bentuk persewaan yang tidak bisa dibatalkan selam periode persewaan tersebut, dan diharuskan membayar biaya sewa secara periodik selama periode sewa tersebut (Husnan, 1992;96)

2)      Jika penulis terdiri dari dua orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Mungkin tolak ukur tunggal keberhasilan suatu organisasi yang paling luas dipergunakan adalah laba atas investasi (ROI) (Siegel dan Shim, 1993;98)

3)      Jika penulis terdiri lebih dari dua orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Arus kas proyek dapat dikelompokkan dalam 3 kategori, yaitu (Martin, dkk.,1993;178):

1.      Pengeluaran awal

2.      Selisih arus kas selama umur ekonomia proyek

3.      Arus kas terminal (arus kas penutup)

 

  1. Di tengah suatu kalimat

1)      Jika penulis hanya satu orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Sewa guna usaha sebagaimana dikemukanan oleh Husnan (1992;96) adalah bentuk persewaan yang tidak bisa dibatalkan selam periode persewaan tersebut, dan diharuskan membayar biaya sewa secara periodik selama periode sewa tersebut

2)      Jika penulis terdiri dari dua orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Tolak ukur tunggal keberhasilan suatu organisasi seperti dikemukanan oleh Siegel dan Shim (1993;98)

yang paling luas dipergunakan adalah laba atas investasi (ROI)

3)      Jika penulis terdiri lebih dari dua orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Arus kas proyek menurut Martin, dkk. (1993;178) dapat dikelompokkan dalam 3 kategori, yaitu :

1.      Pengeluaran awal

2.      Selisih arus kas selama umur ekonomia proyek

3.      Arus kas terminal (arus kas penutup)

 

4.      Tabel, Gambar, dan Lampiran

Ketentuan ini meliputi :

  1. Pembuatan tabel dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1)      Nomor dan judul tabel di atas tabel, sedangkan sumber data ditulis di bawah tabel.

2)      Jika judul tabel lebih dari dua baris, maka jarak antar baris adalah 1 spasi

3)      Dalam membuat tabel, tidak perlu menggunakan garis pembatas kolom.

4)      Tabel tidak boleh dipotong, dan jika kertas kuarto tidak mencukupi (misalnya neraca keuangan), dapat digunakan kertas yang memanjang yang bisa dilipat.

Contoh penyusunan tabel dapat dilihat pada Lampiran 6.3.

  1. Pembuatan gambar dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1)      Nomor dan judul gambar ditulis di bawah gambar

2)      Jika judul gambar lebih dari dua baris, maka jarak antar baris adalah 1 spasi

Contoh penyusunan gambar dapat dilihat pada Lampiran 6.4.

  1. Pembuatan lampiran dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1)      Nomor dan judul lampiran ditulis di bawah gambar

2)      Jika judul lampiran lebih dari dua baris, maka jarak antar baris adalah 1 spasi

Contoh penyusunan gambar dapat dilihat pada Lampiran 6.5.

 

5.      Penulisan Daftar Pustaka

Ketentuan penulisan Daftar Pustaka dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Urutan nama pengarang berdasarkan urut abjad, dan tidak perlu diberi nomor.

  2. Jarak baris antara satu judul referensi dengan judul referensi lain, 2 spasi, sedangkan antara baris dalam 1 judul buka adalaha 1 spasi. Baris satu dimulai pada ketukan pertama, sedangkan baris dua dan seterusnya dimulai pada ketukan ke-6

  3. Nama pengarang untuk orang indonesia, ditulis biasa, sedangkan untuk orang asing, tuliskan terlebih dahulu nama belakangnya yang diikuti koma dan nam depannya yang disingkat, diletakkan di belakang koma.

  4. Setelah nama ditulis, beri tanda titik, kemudian diberi tahun dan titik . judul buku ditulis dan diberi garis bawah atau dietak tebal, diikuti titik koma, edidi, nama penerbit, dan kota penerbitan dilakukan.

  5. Jika dalam daftar poustaka ada dua buku atau lebbih dengan satu pengarang, maka penulisan nama satu kali dan diurutkan berdasarkan tahun penerbitan yang lebih dulu. Pada buku yang kedua nama pengarang diganti garis lurus, dan ketentuan yang lain sama.

  6. Jika diambil dari jurnal atau kumpulan tulisan, maka wajib mencantumkan nama jurnal serta halaman tulisan dalam jurnal tersebut.

Contoh penulisan daftar pustaka dapat dilihat pada Lampiran 6.3

      PENDAHULUAN

 

Dalam rangka mendapatkan gelar Sarjana Teknik Mesin Srata satu (S1) di Fakultas Teknik Universitas Muhmaadiyah Malang, seorang mahasiswa diwajibkan melaksanakan penelitian untuk menyusun skripsi, sebagai tugas akhir. Skripsi adalah sebuah karya ilmiah tertulis yang disusun oleh seorang mahasiswa program sarjana (program strata satu) dari hasil – hasil penelitiannya atas dasar analisis data primer dan atau data sekunder (Djarwanto, 1995). Sebelum pelaksanaan penelitian tersebut mahasiswa harus mengetahui prosedur yang harus dilalui. Dalam pelaksanaan penyelesaian tugas akhir, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang dosen pembimbing skripsi yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang atas usulan dari Ketua Jurusan.

Tujuan dari penugasan untuk menyusun skripsi bagi mahasiswa yang akan mengakhiri masa studinya di Fakultas Teknik Universitas Muhmmadiyah Malang adalah untuk melatih mahasiswa atau calon sarjana menulis karya ilmiah dan melakukan penelitian, sekaligus mempersiapkan bagaimana yang bersangkutan mengemukakan pendapat dan mempertahankan idenya.

Dalam kenyataannya, terdapat banyak cara penulisan/ format laporan, baik untuk usulan penelitian, skripsi maupun laporan abstraksi hasil penelitian. Agar menghasilkan efektivitas dab efesien yang lebih baik dalam proses pembelajaran dan pembimbingan mahasiswa dalam melaksanakan tugas akhir di fakultas Teknik Universitas Muhmmadiyah Malang, diperlukan keseragaman prosedur dan format penulisan.

Pada prosedur penyelesaian Tugas akhir, mahasiswa akan diperekenalkan dengan urutan kerja yang harus dilalui mulai dari syarat pengajuan Skripsi, pengajuan judul skripsi, bimbingan Usulan penelitian, Seminar Usulan Penelitian, pengajuan surat permohonan izin penelitian, pengambilan data penelitian, penyusunan laporan Hasil penelitian, Seminar Hasil Penelitian, sampai dengan penyusunan abstraksi Hasil penelitian. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak akan memperoleh sumber informasi yang salah dan menyesatkan.

Usulan penelitian dalam tugas akhir bagi seorang mahasiswa mempunyai peranan yang penting. Dengan usulan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar bagi mahasiswa dalam mengadakan penelitian, menyusun Laporan Hasil Penelitian (skripsi), dan sebagai alat perencanaan sekaligus pengendalian dari pelaksanaan tugas akhir. Disamping itu mahasiswa dilatih dan dipersiapkan seandainya nanti telah menjadi sarjana akan mengadakan penelitian dan berusaha untuk mendapatkan sponsor, maka usulan penelitian (obyek yang akan diteliti) itulah yang akan dijadikan sebagai dasar oleh pihak sponsor yang mendanai penelitian yang bersangkutan. Sedangkan bagi pembimbing, dengan adanya usulan penelitian ini akan memudahkan dalam mengarahkan penelitian nantinya. Dari hal diatas maka perlu adanya cara penulisan yang baik.

Format skripsi merupakan tata aturan bagaimana Laporan Hasil Penelitian Skripsi ditulis dalam bentuk laporan. Format Skripsi di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Muhmmadiyah Malang ini perlu dibakukan, karena selama ini diantara mahasiswa – mahasiswa yang menyusun skripsi kebanyakan menggunakan format berdasarkan acuan skripsi terdahulu atau mungkin berdasrkan format yang digunakan oleh pembimbingnya. Untuk menyamakan peresepsi penulisan tersebut, maka perlu disusun aturan yang baku.

Laporan Abstraksi hasil penelitian di fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang digunakan sebagai laporan ke kopertis Wilayah VII dan sebagai prasyarat untuk mengikuti UNC akhir. Agar terdapat keseragaman diantara 3 jurusan yang ada, maka perlu dibuat penyeragaman cara penulisannya.

Buku pedoman penyusunan skripsi ini hanya berisi aturan – aturan baku. Dalam pelaksanaannya, masing – masing jurusan dapat membuat petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaanya, karena memang ada beberapa hal belum seragam dan memerlukan penangan khusus. Misalnya, dalam hal penyelenggaraan seminar, antar jurusan masih berbeda. Ada yang seminar, usulan penelitian, ada yang hasil. Untuk itu, secara teknis mungkin memerlukan penanganan yang berbeda.

 

II.               PROSEDUR TUGAS AKHIR MAHASISWA

 

Prosedur penyelesaian tugas akhir penelitian bagi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang terdiri atas : 1. Pra Penelitian, 2. Pengajuan Judul Skripsi, 3. Bimbingan Usulan Penelitian, 4. Seminar Usulan Penelitia, 5. Seminar Usulan Penelitian, 6. pengajuan surat permohonan izin penelitian, 7. pengambilan data penelitian, 8. penyusunan laporan Hasil penelitian, 9. Seminar Hasil Penelitian, 10. Abstraksi Hasil penelitian. Alur penyelesaian tugas akhir penelitian bagi mahasiswa Fakultas teknik Universitas Muhmmadiyah Malang, dapat diliha pada gambar 1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1 : Alur Penyelesaian Tugas Akhir Penelitian Skripsi

 

 

A.    Pra Penelitian

Mahasiswa yang akan mengajuakan judul skripsi (penelitian) harus mengadakan pra penelitian. Pra penelitian ini dilakukan dengan cara mendatangi lokasi dan meminta izin secra informal apakah calon obyek penelitian tersebut bersedia untuk menjadi obyek penelitian, dalam arti bersedia mengijinkan (bagi perusahaan atau instansi) dan memberikan daya yang dibutuhkan. Kegunaan pra penelitian juga sebagai dasar untuk menyusun usulan penelitian, seperti penyusunan latar belakang masalah dan pengambilan hipotesis.

 

B.     Pengajuan Judul Skripsi

Pengajuan judul skripsi dilakukan dengan cara mendaftarkan diri pada masing – masing Ketua Jurusan. Pengajuan judul ini disertai rancangan secara singkat. Adapun syarat pengajuan judul skripsi yang harus dipenuhi adalah sebagi berikut :

1.      Sudah menempuh semua mata kuliah teori dan tidak ada nilai E dan Mta kuliah Dasar Umum (MKDU) tidak ada yang bernilai D, yang dibuktikan dengan surat Keterangan Dosen Wali.

2.      Pengajuan ini bisa dilakukan sebelum, sesudah atau bersamaan dengan pemrograman KKN.

3.      Judul Skripsi relevan dengan disiplin jurusan atau program studi diman mahasiswa belajar.

4.      Penelitian ini bisa diteliti dan dipecahkan dengan pendekatan ilmiah

5.      Judul dan Obyek penelitian yang dipilih tidak mengalami kejenuhan/ sudah terlalu banyak yang mengambil.

6.      Penelitian tersebut dapat dilakukan dan diselesaikan dalam jangka waktu 1 semester (6 bulan).

 

C.    Bimbingan Usulan Penelitian

Setelah judul penelitian disetujui oleh ketua Jurusan, maka oleh Ketua Jurusan akan ditentukan Pembimbing Skripsi untuk diusulkan dan disyahkan Dekan Fakultas teknik. Tugas Pembimbing skripsi ini adalah membantu dan mengarahkan mahasiswa dalam menyelesaikan penelitian. Apabila usulan Penelitian ini sudah disetujui oleh pembimbing Skripsi, maka harus dicetak sebanyak 3 buah, yang masing – masing akan disahkan oleh Ketua Jurusan dan Dekan. Khusus bagi mahasiswa Jurusan Manajemen dan studi pembangunan dan keungan dan perbankan percetakan usulan penelitian dilakukan setelah seminar usulan penelitian dilakukan, usulan penelitian yang sudah dicetak tersebut : 1 eksemplar untuk pembimbing, 1 eksemplar untuk mahasiswa yang bersangkutan, 1 eksemplar untuk perusahaan/ obyek yang akan diteliti. Bagi mahasiswa Jurusan Akutansi, percetakan langsung dapat dilakukan.

 

 

 

 

 

D.    Seminar Usulan Penelitian

Seminar usulan penelitian hanya berlaku bagi mahasiswa Jurusan Manajemen dan jurusan Ilmu Ekonomi dan studi pembangunan. Seminar ini hanya diadakan apabila dosen pembimbing Skripsi sudah menyetujui. Adapun ketentuan mengadakan seminar usulan penelitian adalah sebagai berikut :

1.      Mahasiswa penyaji harus pernah mengikuti seminar usulan penelitian minimum 10 kali. Kartu peserta seminar dapat diminta di Tata Usaha Fakultas Teknik, dengan syarat mahasiswa yang bersangkutan minimum sudah duduk semester 7 yang dibuktikan dengan Kartu Mahasiswa. Kartu Peserta seminar ditandatangani oleh masing – masing Ketua Jurusan. Contoh kartu peserta seminar dapat dilihat pada lampiran

2.      sebelum seminar dimulai, mahasiswa penyaji harus menyiapkan peserta (minimum 15 orang), penyanggah utama (5 orang), foto kopi usulan penelitian (minimum 17 eksemplar), dan blanko/ form seminar (dapat diminta di TU Fakultas Teknik atau jurusan). Contoh Form seminar : Laporan Kegiatan seminar dapat dilihat pada lampiran 2.3. daftar Hadir dapat dilihat pada lampiran 2.4 dan blanko Revisi dari peserta seminar dapat dilihat pad lampiran 2.5.

3.      Moderator seminar adalah Dosen Pembimbing Skripsi atau dosen lain yang ditunjuk oleh jurusan, sedangkan notulennya adalah salah satu mahasiswa dari peserta seminar.

4.      Mahasiswa harus memberitahukan kepada dosen Pembimbing Skripsi tentang waktu dan tempat pelaksanaan seminar, sehingga Dosen Pembimbing skripsi dapat menyesuaikan jadwalnya.

5.      Setelah seminar selesai, mahasiswa yang bersangkutan melaporkan kegiatan dan daftar hadir peserta seminar, termasuk koreksi dari peserta seminar kepada ketua Jurusan lewat Dosen Pembimbing Skripsi.

6.      Pendaftaran seminar dapat dilakukan pada jurusan masing – masing, sedang tempat pelaksanaan seminar akan diatur oleh fakultas.

 

 

E.     Permohonan Izin Penelitian

Permohonan izin penelitian ini terutama bagi mahasiswa yang akan mengadakan penelitian lapang (instansi, lembaga, wilayah teritorial, sedangkan mahasiswa yang akan mengadakan penelitian kepustakaan (library research) tidak merupakan keharusan. Permohonan izin penelitian ini dilakukan jika obyek penelitian sudah bersedia menjadi obyek penelitian. Permohonan surat izin penelitian dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1.      Mengajukan ke fakultas melalui Tata Usaha (TU) dengan menunjukkan Usulan Penelitian yang sudah disahkan oleh pihak yang berwenang.

2.      Mahasiswa mengisi blanko Surat izin Penelitian yang sudah disediakan rangkap 2 (diketik sendiri oleh mahasiswa)

3.      Apabila sudah diisi, surat Izin Penelitian diserahkan kembali ke TU untuk disahkan.

 

 

 

F.     Pengumpulan Data Penelitian

Pengambilan data melalui prosedur ini dilakukan jika mahasiswa melakukan penelitian lapang, sedangkan bagi mahasiswa yang melakukan penelitian kepustakaan tidak merupakan keharusan. Dengan berbekal Surat Izin Penelitian yang disertai Usulan Penelitian yang sudah disahkan, mahasiswa dapat mulai mengadakan penelitian. Ketentuan pengumpulan data adalaah sebagai berikut :

1.      Jangka waktu pengumpulan data sesuai dengan jadwal penelitian

2.      Setiap melakuakan pengumpulan data, mahasiswa harus mengisi laporan kegiatan penelitian, yang diketahui oleh pimpinan atau orang yang ditunjuk perusahaan/ instansi. Laporan kegiatan pengumpulan data ini harus disertakan pada skripsi pada saat mahasiswa akan ujian komprehensif. Blanko laporan kegiatan penelitian dapat diminta di Tata Usaha Fakultas Teknik. Contoh Laporan kegiatan pengumpulan data penelitian dapat dilihat pada lampiran 2.1

3.      Setelah mahasiswa selesai mengumpulkan data penelitian, harap menerima Surat Keterangan selesai Penelitian dari perusahaan/ Instansi Tersebut.

 

G.    Penyusunan Laporan Hasil Penelitian

Apabila data penelitian yang diperlukan sudah diperoleh dari obyek penelitian mahasiswa harus membuat laporan hasil penelitian. Dalam membuat laporan hasil penelitian ini, harus berpedoman pada Usulan Penelitian yang sudah disahkan. Apabila mahasiswa sudah menyelesaikan laporan hasil penelitian (skripsi) dibawah bimbingan dan pengarahan sekaligus sudah disetujui Dosen pembimbing skripsi maka bagi mahasiswa jurusan Akutansi dapat mempersiapkan diri untuk mengadakan seminar hasil penelitian. Bagi mahasiswa jurusan Manjemen dan studi pembangunan dan keuangan perbankan, dapat langsung mendaftar mengikuti ujian komprehensif.

 

H.    Seminar Hasil penelitian

Seminar hasil penelitian hanya berlaku bagi mahasiswa Jurusan Akuntansi. Seminar ini hanya dapat diadakan apabila Dosen Pembimbing skripsi sudah menyetujui. Adapun ketentuan untuk mengadakan seminar hasil penelitian adalah sebagai berikut :

a.       Mahasiswa penyaji harus pernah mengikuti seminar usulan penelitian minimum 10 kali. Kartu peserta seminar dapat diminta di Tata Usaha Fakultas Teknik, dengan syarat mahasiswa yang bersangkutan minimum sudah duduk semester 7 yang dibuktikan dengan Kartu Mahasiswa. Kartu Peserta seminar ditandatangani oleh masing – masing Ketua Jurusan. Contoh kartu peserta seminar dapat dilihat pada lampiran

b.      sebelum seminar dimulai, mahasiswa penyaji harus menyiapkan peserta (minimum 15 orang), penyanggah utama (5 orang), foto kopi usulan penelitian (minimum 17 eksemplar), dan blanko/ form seminar (dapat diminta di TU Fakultas Teknik atau jurusan). Contoh Form seminar : Laporan Kegiatan seminar dapat dilihat pada lampiran 2.3. daftar Hadir dapat dilihat pada lampiran 2.4 dan blanko Revisi dari peserta seminar dapat dilihat pad lampiran 2.5.

c.       Moderator seminar adalah Dosen Pembimbing Skripsi atau dosen lain yang ditunjuk oleh jurusan, sedangkan notulennya adalah salah satu mahasiswa dari peserta seminar.

d.      Mahasiswa harus memberitahukan kepada dosen Pembimbing Skripsi tentang waktu dan tempat pelaksanaan seminar, sehingga Dosen Pembimbing skripsi dapat menyesuaikan jadwalnya.

e.       Setelah seminar selesai, mahasiswa yang bersangkutan melaporkan kegiatan dan daftar hadir peserta seminar, termasuk koreksi dari peserta seminar kepada ketua Jurusan lewat Dosen Pembimbing Skripsi.

 

I.       Ujian Komprehensif

Ujian Komprehensif dapat dilakukan jika mahasiswa sudah mengadakan seminar hasil penelitian dan disetujui oleh Dosen Pembimbing Sripsi. Persetujuan Dosen Pembimbing Skripsi (ditulis dengan tangan ACC UNTUK UJIAN KOMPREHENSIF, dan tanggal persetujuan dilakukan), ditulis pada halaman sampul dan disertakan saat mahasiswa mendaftar ujian komprehensif. Adapun ketentuan ujian komprehensif. Adapun ketentuan ujian komprehensif adalah sebagai berikut :

1.      Mahasiswa mendaftar ujian komprehensif di TU, dengan menyertakan :

a.       Foto kopi her registrasi yang sudah dilegalisir oleh Bagian Keuangan,

b.      Foto Kopi Kuitansi pembayaran ujian komprehensif yang sudah dilegalisasi oleh bagian Keuangan.

c.       Menyerahkan draf skripsi yang sudah disetujui oleh dosen Pembimbing Skripsi.

d.      Mengisi daftar peserta ujian komprehensif TU.

e.       Foto Kopi Kuitansi pembayaran KKN.

2.      Pelaksanaan ujian komprehensif akan ditentukan oleh Fakultas/ Jurusan.

3.      TIM Penguji terdiri atas 3 (tiga) orang staf Dosen Pengajar Jurusan atau pihak lain yang ditunjuk. Dua orang anggota TIM penguji adalah Dosen Pembimbing Skripsi.

4.      Kreteria Penilaian Ujian Komprehensif adalah :

a.       Metodologi Penelitian

b.      Teori yang mendukung dan pengetahuan yang berkaitan

c.       Hasil Penelitian

d.      Presensi hasil penelitian, sikap dan cara berbicara

Setelah mahasiswa ujian komprehensif (baik lulus maupun tidak lulus), maka apabila ada koreksi perbaikan dari Tim penguji, selanjutnya mahasiswa mengadakan perbaikan skripsi dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Skripsi. Apabila dirasa sudah cukup, skripsi tersebut kemudian dicetak sebanyak sesuai kebutuhan, namun wajib menyerahkan ke jurusan masing – masing srbanyak 1 eksemplar, yang sudah disahkan.

 

 

 

 

 

 

 

J.      Penyusunan Abstraksi

Penyusunan abstraksi digunakan untuk memenuhi persyaratan untuk mengikuti ujian negara ciciran (UNC) akhir. Format abstraksi dapat dilihat pada Bab V. Bagian isi Abstraksi yang digunakan sebagai prasyarat UNC dibuat sama dengan yang ada dalam skripsi. Jumlah abstraksi yang harus dicetak adalah sebanyak 3 eksemplar, dengan perician 1 untuk kopertis, 1 untuk jurusan, dan 1 untuk mahasiswa yang bersangkutan. Abstraksi ini harus disetujui Dosen Pembimbing Skripsi, dan disahkan oleh ketua Jurusan dan Dekan Fakultas Ekonomi.

Selain Abstraksi yang digunakan untuk persyaratan UNC, setiap eksemplar skripsi wajib disertakan abstraksi berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris.

 

 

III.           PENULISAN USULAN PENELITIAN

 

Usulan penelitian terdiri atas 3 (tiga) bagian : Bagian Awal, Bagian Isi, dan Bagian Akhir. Masing – masing bagian ini akan dibagi lagi menjadi bagian yang lebih terperinci, dan akan diperjelas, tentang apa maksud dan isinya.

 

 

A.    BAGIAN AWAL

 

Bagian awal usulan penelitian meliputi : sampul/cover depan, halaman judul, dan halaman pengesahan.

1.      Sampul/Cover Depan

Sampul/cover depan usulan penelitian berisi : usulan penelitian, judul penenlitian, lambang Universitas Muhammadiyah Malang, nama dan NIM, NIMR, Universitas, Fakultas, dan bulan dan tahun usulan penelitian disahkan.

a.       Usulan Penelitian

b.      Judul Penelitian

Judul penelitian harus dibuat singkat, jelas, mencakup semua hal yang berkaitan dengan penelitian, dan tidak bermakna ganda.

c.       Lambang Universitas Muhammadiyah Malang

Lambang Universitas Muhammadiyah Malang berbentuk segi lima, dengan garis tengah 3,5 cm.

d.      Nama, NIM, dan NIRM

Nama ditulis lengkap (tidak boleh disingkat) dan dibawahnya ditulis NIM, dan NIRM.

e.       Universitas, Fakultas, bulan dan tahun disahkan. Contoh sampul/cover depan dapat dilihat pada lampiran 3.1

2.      Halaman Judul

Halaman judul dibuat persis sama dengan sampul/cover depan, hanya di bawah nama dan nomor mahasiswa ditambahkan maksud penelitian, yaitu untuk menyususn skripsi pada program strata I (S1), Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang. Contoh halaman judul dapat dilihat pada lampiran 3.2.

3.      Halaman Pengesahan

Halaman pengesahan meliputi :

a.       Usulan penelitian

b.      Judul penelitian

c.       Nama

d.      NIM

e.       NIRM

f.       Tanggal Pengesahan

g.      Nama Pembimbing

h.      Mengetahui Ketua Jurusan, dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang.

Contoh halaman pengesahan dapat dilihat pada lampiran 3.3.

 

B.     BAGIAN ISI

 

Bagian Isi meliputi : latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan dan keguanaan penelitian, tinjauan pustaka, hipotesis, metode penelitian, dan jadwal penelitian.

1.      Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah berisi tentang :

1)      Faktor – faktor yang mendorong peneliti untuk melakukan peneltian. Biasanya alasan yang diajukan oleh peneliti adalah adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan (keadaan ideal atau semestinya) dengan keadaan yang ada pada saat penenltian akan dilakukan

2)      Arti penting dan perlunya masalah dari judul di atas diangkat dalam suatu penelitian.

Sebaiknya Latar Belakang Masalah antara 2 – 3 lembar halaman kuarto.

2.      Perumusan Masalah

Perumusan Masalah dibuat berdasarkan Latar Belakang Masalah. Perumusan Masalah berupa pertanyaan yang ingin dicarikan jawabnya melalui kegiatan penelitian. Perumusan penelitian sebaiknya sebanyak antara 2 – 3 macam, karena kalau kurang dari 2 macam, masalah yang diteliti terlalu sempit, sedangkan kalau lebih dari 3 masalah yang diteliti terlalu luas.

3.      Pembatasan Masalah

Pembatasan Masalah dilakukan dengan tujuan agar pokok permasalahan yang diteliti tidak terlalu melebar dari yang sudah ditentukan, atau dengan kata lain agar penelitian terfokus pada tujuan yang ada/diteliti.

4.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian

a.       Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian disesuaikan dengan Perumusan Masalah yang akan diteliti. Jadi kalau perumusan masalah terdiri dari 2 macam, maka perumusan masalah sebaiknya juga berjumlah 2.

b.      Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian, secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 atau 3, yaitu :

1)      Bagi perusahaan/obyek yang diteliti

2)      Bagi pihak lain/Almamater

3)      Bagi penulis

 

 

5.      Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka pada dasarnya berisi :

a.       Landasan hasil penelitian terdahulu

b.      Landasan teori yang berkaitan dengan penulisan

Sebaiknya Tinjauan Pustaka dalam Usulan Penelitian dibuat dalam bentuk alinea – alinea, yang masing – masing alinea berisi 1 pokok pikiran, dan jumlah halamannya antara 4 – 5 halaman.

 

6.      Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara dari perumusan masalah yang harus diuji kebenarannya. Jadi, kalau jumlah perumusan masalah 2, maka hipotesis juga harus 2. Hipotesis harus bisa diuji dengan metode analisis yang akan dipergunakan. Penggunaan hipotesis bukan merupakan keharusan, tetapi tergantung pada jenis penelitiannya. Hipotesis digunakan terutama untuk hasil penelitian yang ada standar atau tolak ukurnya sebagai pembanding dengan hasil penelitian

7.      Metode Penelitian

Metode penelitian secara umum meliputi : Lokasi Penelitian, Jenis Penelitian, Data dan Sumber Data, Populasi dan Sampel, Teknik Pengambilan Data, Teknik Pengumpulan Data, Definisi Operasional Variabel, dan Teknik Analisis Data.

a.       Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian berisi tentang tempat penelitian/perusahaan dimana penelitian dilakukan, beserta jalan dan kota.

b.      Jenis Peneltian

Dalam Metodologi Peneltian, jenisi penelitian berdasarkan sifatnya, dibagi menjadi beberapa macam. Mahasiswa dapat memilih salah satu jenis penelitian. Sebaiknya, sesuaikan dengan jenis penelitian yang dipilih, cantumkan juga arti dari jenis penelitian secara spesifik.

c.       Data dan Sumber data

Data yang dikumpulkan, secara garis besar dapat dibagi menjadi :

1)      Data primer, yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh peneliti

2)      Data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh pihak lain, yang biasanya dalam bentuk publikasi atau jurnal.

Data yang dikumpulkan, sebaiknya disebutkan secara terperinci dari masing – masing data tersebut, beserta jangka waktunya, kalau memang itu memungkinkan. Dari masing – masing jenis data tersebut sebutkan juga sumber datanya.

d.      Populasi dan Sample (kalau ada)

Penentuan populasi dan sampel ini menjadi penting apabila penelitian menggunakan responden. Tentukan populasi dan sampel secara jelas.

e.       Teknik Pengambilan Data (kalau ada)

Metode pengmabilan data, bisa berupa sensus atau sampling. Kalau sampling, bisa dilakukan dengan simple random sampling, stratified sampling, cluster sampling, convenien sampling, judgement sampling, quota sampling ataupun dengan purposive random sampling, dan sebagainya.

f.       Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data penelitian dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya pengamatan, wawancara, dan daftar pertanyaan. Pilih salah satu atau beberapa teknik pengumpulan yang akan digunakan. Berikan pengertian secara spesifik.

 

 

g.      Definisi Operasional Variabel (kalau ada)

Definisi Operasional variabel ini digunakan terutama pada penelitian yang mencari hubungan antar variabel penelitian. Tuliskan secara jelas dan lengkap semua variabel penelitian dan indikator yang akan digunakan.

h.      Teknik Analisis Data

Teknik analisi data harus menyebutkan semua alat analisis yang digunakan, termasuk pengujian hipotesisnya. Misalnya, kalau hipotesisnya berjumlah 2, maka pengujian hipotesis juga harus berjumlah 2. Yang perlu diingat, bahwa pengujian hipotesis bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Apabila bersifat kuantitatif, tidak harus bersifat statistik, tetapi tergantung pada masalah yang diteliti dan alat analisis yang digunakan. Jika penelitian tidak menggunakan hipotesis, maka tidak perlu menggunakan pengujian hipotesis.

8.      Jadwal Penelitian.

Jadwal penelitian dibuat berdasarkan pada peraturan di Fkultas Ekonomi UMM, yaitu bahwa penelitian paling lama 1 semester atau 6 bulan. Kalau lebih dari ketentuan tersebut maka mahasiswa harus membuat judul baru dan mengadakan penelitian lagi. Jadwal penelitian ini dibuat agar mahasiswa bekerja/mengadakan kegiatan penelitian sesuai skedul yang sudah dibuat. Jadwal penelitian, bisa dibuat dengan kalimat, maupun dalam bentu tabel. Contoh jadwal penelitian dapat dilihat pada Lampiran 3.4.

 

 

C.    Bagian Akhir

Bagian Akhir meliputi : Daftar Pustaka, rencana daftar isi skripsi, dan lampiran (bila ada)

1.      Daftar Pustaka

Daftar Pustaka berisi keseluruhan literatur/referensi beserta pengarangnya, yang dijadikan sebagai acuan dalam penelitian. Cara penulisan Daftar Pustaka dapat dilihat pada bab 5

2.      Rencana Daftar Isi Skripsi

Rencana Daftar Isi Skripsi berisi tentang keseluruhan rencana daftar isi skripsi. Contoh rencana daftar isi skripsi dapat dilihat pada lampiran 3.5.

3.      Lampiran

Lampiran pada usulan penelitian bisa berupa daftar pertanyaan (kalau ada), atau hal lain yang dianggap perlu.

 

 

IV.           PENULISAN SKRIPSI

 

Skripsi (Laporan Hasil Penelitian) terdiri atas 3 (tiga) bagian, yaitu : Bagian Awal, Bagian Isi, dan Bagian Akhir. Masing – masing bagian ini akan dibagi lagi menjadi bagian yang lebih terperinci, dan akan diperjelas, tentang apa maksud dan isinya..

 

A.    BAGIAN AWAL

Bagian Awal Skripsi meliputi : sampul/cover depan, halaman judul, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, dan ringkasan,

1.      Sampul/Cover Depan

Sampul/Cover Depan Skripsi  berisi : judul penenlitian, lambang Universitas Muhammadiyah Malang, Skripsi, nama dan nomor mahasiswa, tempat mahasiswa kuliah, kota, dan tahun skripsi disahkan.

a.       Judul Penelitian

Judul penelitian harus dibuat singkat, jelas, mencakup semua hal yang berkaitan dengan penelitian, dan tidak bermakna ganda.

b.      Skripsi

c.       Lambang Universitas Muhammadiyah Malang

Lambang Universitas Muhammadiyah Malang berbentuk segi lima, dengan garis tengah 3,5 cm.

d.      Nama, NIM, dan NIRM

Nama ditulis lengkap (tidak boleh disingkat) dan dibawahnya ditulis NIM, dan NIRM.

e.       Universitas, Fakultas, bulan dan tahun disahkan. Contoh sampul/cover depan dapat dilihat pada lampiran 4.1

2.      Halaman Judul

Halaman judul dibuat persis sama dengan sampul/cover depan, hanya di bawah Skripsi ditambahkan maksud skripsi, yaitu untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Malang. Contoh halaman judul dapat dilihat pada lampiran 4.2.

3.      Halaman Pengesahan

Halaman Pengesahan meliputi :

a.       Skripsi

b.      Judul penelitian

c.       Nama

d.      NIM

e.       NIRM

f.       Tanggal Pengesahan

g.      Nama Pembimbing dan Penguji

h.      Mengetahui Ketua Jurusan, dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang.

Contoh halaman pengesahan dapat dilihat pada lampiran 4.3.

 

4.      Kata Pengantar

Penulisan kata pengantar, bukan merupakan tulisan ilmiah. Jadi, penulis bebas mennetukan bagaimana cara menulisnya. Secara umum, kata pengantar meliputi ;

a.       Alinea pertama berisi pernyataan rasa syukur penulis kepada Allah

b.      Alinea kedua berisi tentang maksud/tujuan penulisan skripsi.

c.       Alinea ketiga berisi tentang ucapan terima kasih penulis kepada pihak lain yang membenti

d.      Alinea keempat berisi tentang permohonan kritik, saran, dan harapan penulis kepada pembaca.

5.      Daftar Isi

Daftar isi berisi tentang keseluruhan isi yang termuat dalam skripsi, yang berupa bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir skripsi beserta perinciannya. Dalam daftar isi, semua bagian awal skripsi dan judul bab ditulis dalam huruf besar, sedang yang lain ditulis menurut ketentuan. Dalam daftar isi juga harus dicantumkan halamannya. Contoh daftar isi dapat dilihat pada lampiran 4.4.

6.      Daftar Tabel

Daftar tabel memuat semua nomor dan judul tabel yang ada dalam skripsi beserta halaman tabel tersebut berada.

7.      Daftar Gambar

Daftar Gambar memuat semua nomor dan judul gambar yang ada dalam skripsi beserta halaman tabel tersebut berada.

8.      Daftar Lampiran

Daftar lampiran tidak sama dengan lampiran yang ada pada bagian akhir skripsi. Daftar Lampiran memuat semua nomor dan judul lampiran yang ada dalam skripsi beserta halaman lampiran tersebut berada.

9.      Abstraksi

Abstraksi skripsi memuat bagian isi skripsi secara ringkas. Banyaknya kata dalam abstraksi antara 700-1000 kata. Isi Abstraksi ini meliputi :

a.       Alinea pertama berisi tentang judul penelitian dan jenis penelitian

b.      Alinea kedua berisi tentang tujuan penelitian

c.       Alinea ketiga berisi tentang hipotesis

d.      Alinea keempat berisi tentang alat analisis

e.       Alinea kelima berisi tentang hasil penelitian

f.       Alinea keenam berisi tentang kesimpulan

g.      Alinea ketujuh berisi tentang implikasi

      Contoh abstraksi hasil penelitian dapat dilihat pada lampiran 4.5

10.  Abstraction.

Abstraction adalah abstraksi hasil penelitian yang berbentuk bahasa inggris.

 

 

 

 

 

B.     BAGIAN ISI

Bagian Isi Skripsi meliputi : 1. Pendahuluan, 2. tinjauan pustaka dan hipotesis, 3. Metode Penelitian, 4. hasil penelitian, 5. kesimpulan dan implikasi.

1.      Pendahuluan

Pendahuluan meliputi : Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Pembatasan Masalah, Tujuan dan Kegunaan penelitian. Perincian pendahuluan ini akan diperjelas dibawah ini. Pada dasrnya isi pendahuluan ini poin – poinnya sama dengan yang ada pada usulan penelitian. Jadi, kalau memang dirasa sudah baik, tidak perlu direvisi lagi.

a.       Latar Belakang Masalah

Latar Belakang Masalah berisi tentang ;

1)      Faktor – faktor yang mendorong peneliti untuk melakukan peneltian. Biasanya alasan yang diajukan oleh peneliti adalah adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan (keadaan ideal atau semestinya) dengan keadaan yang ada pada saat penenltian akan dilakukan

2)      Arti penting dan perlunya masalah dari judul di atas diangkat dalam suatu penelitian.

b.      Perumusan Masalah

Perumusan Masalah dibuat berdasarkan Latar Belakang Masalah. Perumusan Masalah berupa pertanyaan yang ingin dicarikan jawabnya melalui kegiatan penelitian. Perumusan penelitian sebaiknya sebanyak antara 2 – 3 macam, karena kalau kurang dari 2 macam, masalah yang diteliti terlalu sempit, sedangkan kalau lebih dari 3 masalah yang diteliti terlalu luas.

c.       Pembatasan Masalah

Pembatasan Masalah dilakukan dengan tujuan agar pokok permasalahan yang diteliti tidak terlalu melebar dari yang sudah ditentukan, atau dengan kata lain agar penelitian terfokus pada tujuan yang ada/diteliti.

d.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian

a.       Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian disesuaikan dengan Perumusan Masalah yang akan diteliti. Jadi kalau perumusan masalah terdiri dari 2 macam, maka perumusan masalah sebaiknya juga berjumlah 2.

b.      Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian, secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 atau 3, yaitu :

1)      Bagi perusahaan/obyek yang diteliti

2)      Bagi pihak lain/Almamater

3)      Bagi penulis

2.      Tinjauan Pustaka dan Hipotesis

Tinjauan pustaka pada skripsi harus dibuat lebih mendalam dibandingkan dengan usulan penelitian. Tinjauan Pustaka dan Pengajuan Hipotesis meliputi:

a.       Landasan hasil penenlitian terdahulu, yaitu landasan yang diacu dari jurnal atau penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang akan diadakan

b.      Landasan teoritik, yaitu landasan yang diacu dari referensi dan literatur teori yang berkaitan dengan penelitian

c.       Hipotesis merupakan jawaban sementara dari perumusan masalah yang haru diuji kebenarannya. Dasar atau landasan untuk pengambilan hipotesis ini adalah tinjauan pustaka dan hasil pra penelitian, atau mungkin logika yang bisa dipertanggungjawabkan. Hipotesis ini bukan merupakan keharusan, tetapi tergantung jenis penelitiannya.

3.      Metode Penelitian

Metode penelitian  pada skripsi persis sama dengan yang ada pada usulan penelitian. Jadi jika dirasa sudah baik, maka metode penelitian pada usulan penelitian tidak perlu direvisi. Metode penelitian secara umum meliputi : Lokasi Penelitian, Jenis Penelitian, Data dan Sumber Data, Populasi dan Sampel, Teknik Pengambilan Data, Teknik Pengumpulan Data, Definisi Operasional Variabel, dan Teknik Analisis Data.

a.       Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian berisi tentang tempat penelitian/perusahaan dimana penelitian dilakukan, beserta jalan dan kota.

b.      Jenis Peneltian

Dalam Metodologi Peneltian, jenisi penelitian berdasarkan sifatnya, dibagi menjadi beberapa macam. Mahasiswa dapat memilih salah satu jenis penelitian. Sebaiknya, sesuaikan dengan jenis penelitian yang dipilih, cantumkan juga arti dari jenis penelitian secara spesifik.

c.       Data dan Sumber data

Data yang dikumpulkan, secara garis besar dapat dibagi menjadi :

1)      Data primer, yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh peneliti

2)      Data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh pihak lain, yang biasanya dalam bentuk publikasi atau jurnal.

Data yang dikumpulkan, sebaiknya disebutkan secara terperinci dari masing – masing data tersebut, beserta jangka waktunya, kalau memang itu memungkinkan. Dari masing – masing jenis data tersebut sebutkan juga sumber datanya.

d.      Populasi dan Sample (kalau ada)

Penentuan populasi dan sampel ini menjadi penting apabila penelitian menggunakan responden. Tentukan populasi dan sampel secara jelas.

e.       Teknik Pengambilan Data (kalau ada)

Metode pengmabilan data, bisa berupa sensus atau sampling. Kalau sampling, bisa dilakukan dengan simple random sampling, stratified sampling, cluster sampling, convenien sampling, judgement sampling, quota sampling ataupun dengan purposive random sampling, dan sebagainya.

f.       Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data penelitian dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya pengamatan, wawancara, dan daftar pertanyaan. Pilih salah satu atau beberapa teknik pengumpulan yang akan digunakan. Berikan pengertian secara spesifik.

 

 

g.      Definisi Operasional Variabel (kalau ada)

Definisi Operasional variabel ini merupakan hal sangat penting dalam  penelitian. Tuliskan secara jelas dan lengkap semua variabel penelitian dan indikator yang akan digunakan.

h.      Teknik Analisis Data

Teknik analisis data harus menyebutkan semua alat analisis yang digunakan, termasuk pengujian hipotesisnya (jika ada hipotesis). Misalnya, kalau hipotesisnya berjumlah 2, maka pengujian hipotesis juga harus berjumlah 2. Yang perlu diingat, bahwa pengujian hipotesis bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Apabila bersifat kuantitatif, tidak harus bersifat statistik, tetapi tergantung pada masalah yang diteliti dan alat analisis yang digunakan. Jika penelitian tidak menggunakan hipotesis, maka tidak perlu menggunakan pengujian hipotesis.

 

4.      Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini berisi temuan – temuan yang diperoleh selama penelitian. Hasil penelitian ini meliputi :

a.       Keadaan umum obyek yang diteliti, dibedakan antara penelitian dengan menggunakan responden dengan yang tidak menggunakan responden. Kalau menggunakan responden, biasa berisi tentang keadaan umum daerah penelitian, sedangkan apabila tidak menggunakan responden, biasanya berisi tentang keadaan umum perusahaan/instansi yang diteliti.

b.      Analisis data, dilakukan dengan cara mengadakan analisis data penelitian sekaligus membandingkan anatara hasil analisis data penelitian dengan pengujian hipotesisnya.

5.      Kesimpulan dan Implikasi

Kesimpulan dan implikasi merupakan bagian terkahir dari bagian isi. Kesimpulan dan implikasi ini meliputi :

a.       kesimpulan, merupakan pernyataan singkat dan padat dari hasil penelitian. Kesimpulan harus merupakan jawaban dari perumusan masalah dan pembuktian dari hipotesis yang diambil oleh peneliti.

b.      Impplikasi, berisi tentang penerapan dan saran – saran yang bisa diberikan oleh peneliti kepada objek penelitian maupun kepada ilmu pengetahuan berdasarkan kesimpulan hasil penelitian.

 

C.    BAGIAN AKHIR

Bagian akhir skripsi meliputi : 1. Daftar Pustaka, dan 2. Lampiran

1.      Daftar Pustaka

Daftar Pustaka berisi keseluruhan literatur/referensi beserta pengarangnya, yang dijadikan sebagai acuan dalam penelitian. Cara penulisan Daftar Pustaka dapat dilihat pada Bab 5.

2.      Lampiran

Lampiran pada skripsi bisa berupa surat bukti selesai penelitian, daftar pertanyaan, perhitungan – perhitungan, atau hal – hal lain yang dianggap perlu.

 

V.              PENULISAN LAPORAN ABSTRAKSI

 

Abstraksi untuk laporan ke Kopertis terdiri atas 3 (tiga) bagian, yaitu : Bagian Awal, Bagian Isi, dan Bagian Akhir. Masing – Masing bagian ini akan dibagi lagi menjadi bagian yang lebih terperinci dan akan diperjelas tentang apa maksud dan isinya.

 

A.    BAGIAN AWAL

Bagian Awal abstraksi : halaman sampul/cover, halaman Judul, dan halaman pengesahan.

1.      Halaman Sampul/Cover

Halaman sampul/cover abstraksi dibuat sama dengan sampul skripsi, yang membedakan adalah kata skripsi diganti dengan abstraksi. Contoh halaman sampul/cover abstraksi dapat dilihat pada lampiran 5.1.

2.      Halaman Judul

Halaman judul abstraksi dibuat sama dengan judul skripsi, yang membedakan adalah kata skripsi diganti dengan abstraksi. Contoh halaman judul abstraksi dapat dilihat pada lampiran 5.2.

3.      Halaman Pengesahan

Halaman Pengesahan abstraksi dibuat sama dengan pengesahan skripsi, yang membedakan adalah kata skripsi diganti dengan abstraksi. Contoh halaman pengesahan abstraksi dapat dilihat pada lampiran 5.3.

 

 

B.     BAGIAN ISI

Bagian Isi abstraksi dibuat sama persis dengan abstraksi yang ada pada skripsi, baik format penulisan maupun isinya. Format penulisan abstraksi dapat dilihat pada penulisan bagian awal skripsi. Jarak pengetikan antar baris dalam abstraksi tetap mengunakan 1 spasi. Jumlah kata dalam abstraksi antara 700 – 1000 kata. Contoh abstraksi dapat dilihat pada lampitan 4.6.

 

 

C.    BAGIAN AKHIR

Bagian akhir abstraksi meliputi : surat keterangan selesai penelitian, kartu kendali bimbingan skripsi, dan berita acara ujian skripsi.

1.      Surat Keterangan selesai penelitian

Surat Keterangan selesai penelitian hanya diperlukan jika penelitiannya merupakan penelitian empirik dan diminta dari perusahaan/instansi dimana penelitian dilakukan.

 

 

 

2.      Kartu kendali bimbingan skripsi

Kartu kendali bimbingan skripsi ini dapat diminta pada Tata Usaha Fakultas Ekonomi dan harus sudah diisi serta mendapat persetujuan pembimbing skripsi

3.      Halaman berita acara ujian skripsi

Halaman berita acara ujian skripsi ini sudah disediakan pada masing – masing jurusan dan dapat diambil setelah yudisium ujian skripsi.

 

VI.           KETENTUAN PENULISAN

 

Tujuan adanya ketentuan penulisan adalah untuk menyeragamkan penulisan, baik usulan penelitian, skripsi, maupun abstraksi bagi semua mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang. Ketentuan penulisan meliputi : Ketentuan Umum dan Ketentuan Khusus.

 

 

A.    KETENTUAN UMUM

Ketentuan Umum meliputi : Kertas yang digunakan, Pengetikan, Penomorna, Pemisahan Kata, dan Penggunaan Bahasa. Ketentuan ini akan diperjelas satu per satu.

1.      Kertas yang digunakan

Kertas yang digunakan untuk skripsi ini meliputi :

a.       Sampul depan usulan penelitian menggunakan kertas buffalo warna kuning tua, sedangkan untuk skripsi menggunakan kertas karton tebal dan bewarna kuning tua

b.      Kertas untuk pengetikan menggunakan kertas kuarto 80 gram

c.       Pembatas antar bab, menggunakan kertas polos warna kuning

d.      Setiap skripsi harus diberi pita warna kuning.

2.      Pengetikan

Ketentuan pengetikan meliputi :

  1. Pengetikan dilakukan pada kertas kuarto dengan ketentuan : 4 cm dari atas, 4 cm dari tepi kiri, 3 cm dari tepi kanan, dan 3 cm dari bawah kertas kuarto.

  2. Jenis huruf yang digunakan adalah huruf Pica dnegan ukuran 10 huruf per inci atau huruf Elite dengan ukuran 10-12 huruf per inci. Kalau menggunakan program pengolah kata WS, pilih font Roman 10, bila menggunakan MS-Word atau software lainnya, ukuran huruf harus standar.

  3. Pengetikan pada sisi kanan setiap halaman harus rata.

  4. Jarak antara judul bab dengan sub bab adalah 4 spasi

  5. Jarak antar sub bab adalah 3 spasi

  6. Jarak antar baris dalam 1 sub bab adalah 2 spasi.

  7. Jarak antar baris dalam abstraksi skripsi adalah 1 spasi.

  8. Pengetikan judul bab simetris (terletak di tengah kertas)

  9. Pengetikan judul sub bab dimulai pada ketukan pertama.

  10. Pengetikan setiap awal paragraf dimulai pada ketukan ke-6.

Contoh ketentuan pengetikan dapat dilihat pada lampiran 6.1.

3.      Penomoran

Ketentuan penomoran meliputi : penomoran bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir. Penomoran bagian awal, baik usulan penelitian, skripsi, maupun laporan abstraksi penelitian menggunakan nomor romawi kecil (i,ii,iii,iv, dan seterusnya). Bagian isi usulan penelitian dianggap terdiri dari satu sub bab, maka penomoran bagian isi usulan penelitian ini diperlakukan sama dengan penomoran satu bab pada skripsi. Sedangkan penomoran bagian isi skripsi dapat dilakukan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Pada halaman pertama setiap awala bab nomor halaman, ditulis di bawah.

  2. Penomoran pada setiap halaman baik pada usulan penelitian maupun skripsi terletak pada sisi kanan atas.

  3. Penomoran bab, menggunakan angka romawi besar (I, II, III, dan seterusnya) dan menggunakan kata bab.

  4. Penomoran sub bab, menggunakan huruf balok (A, B, C, dan seterusunya)

  5. Penomoran sub dari sub bab, menggunakan angka arab (1, 2, 3, dan seterusunya)

  6. Penomoran perincian sub dari sub bab (perincian point e), menggunakan huruf latin kecil(a, b, c, dan seterusnya).

  7. Penomoran perincian dari perincian sub dari sub bab (perincian point f), menggunakan angka arab yang diberi tanda kurung tutup di belakngnya.

  8. Penomoran perincian dari perincian point g, menggunakan angka huruf latin kecil yang diberi tanda kurung tutup di belakngnya.

  9. Penomoran perincian dan point h, menggunakan angka romawi kecil (i,ii,iii,iv, dan seterusnya).

Jadi berdasarkan ketentuan di atas, penomoran pada uraian/perincian dalam skripsi dengan menggunakan tanda – (strip) tidak diperbolehkan. Contoh penomoran dapat dilihat pada lampiran 6.2. penomoran untuk bagian akhir menggunakan angka arab dan diletakkan pada sisi kanan atas.

4.      Pemenggalan Kata

Pemenggalan kata harus disesuaikan dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Contoh pemenggalan kata yang benar dan salah adalah sebagai berikut:

Sau-da-ra                           bukan                             Sa-uda-ra

De-ngan                            bukan                             deng-an

Mu-ta-khir                         bukan                             mu-tak-hir

Cap-lok                             bukan                             ca-plok

In-stru-men                       bukan                             ins-tru-men

Ma-kan-an                         bukan                             ma-ka-nan

5.      Penggunaan Bahasa

Penggunaan bahasa mengacu dari Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Ketentuan penggunaan bahasa ini meliputi :

a.       Kalimat yang digunakan pada penulisan usulan penelitian dan skripsi adalah kalimat pasif.

b.      Penggunaan kata sya, aku, kami, mereka, dia, kita, dan sejenisnya tidak diperbolehkan. Kata – kata (terutama pada kata pengantar) tersebut diganti menjadi penulis.

c.       Kata sambung tidak boleh digunakan pada awal kalimat, seperti dan, walaupun, karena dan sejenisnya.

d.      Setiap sub bab terdiri dari beberapa paragraf.

e.       Setiap paragraf terdiri dari satu pokok pikiran, yang terdiri dari satu kalimat inti ditambah dengan satu atau beberapa kalimat penjelas. Jadi, setiap paragraf harus terdiri dari lebih dari satu kalimat, tetapi dengan satu pokok pikiran.

f.       Penulisan unsur serapan di sini terutama unsu pinjaman yang pengucapannya dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah Bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. Contoh penulisan unsur serapan yang benar dan salah adalah sebagai berikut :

Contoh penulisan unsur serapan yang benar dan salah adalah sebagai berikut :

Konstruksi                      bukan                             kontruksi

Klasifikasi                      bukan                             klassifikasi

Teknik                            bukan                             tehnik

Deskripsi                        bukan                             diskripsi

Analisis                          bukan                             analisa

Sintesis                           bukan                             sintesa

Hipotesis                        bukan                             hipotesa

Varietas                          bukan                             varitas

g.      penggunaan awalan kata depan harus dibedakan. Contohnya kata di, bisa merupakan awalan dan kata depan. Kata di yang menunjukkan kata depan harus dipisah dengan kata yang mengikutinya, misalnya di Malang, di atas, dan sebagainya. Di yang menunjukkan awalan harus digabung dengan kata yang mengikuti misalnya diambil, diperjelas, dianalisis, dan sebaginya.

h.      Apabila awal paragraf terletak pada akhir suatu halamn, kurang dari 3 baris, maka awal ini dimasukkan pada halaman berikutnya.

 

 

B.     KETENTUAN KHUSUS

Ketentuan khusus meliputi : Penulisan judul bab, sub dari sub bab; Cara penulisan petikan langsung; dan Penulisan daftar pustaka. Ketentuan khusus akan diperjelas satu per satu.

1.      Penulisan judul bab, sub bab, dan sub dari sub bab

Ketentuan ini meliputi :

  1. Penulisan judul bab, semua menggunakan huruf besar. Jadi, penulisan judul tabel, gambar, lampiran, dan uraian dalam sub bab, dan sebagainya tidak boleh menggunakan huruf besar semua

  2. Penulisan sub bab, yang menggunakan huruf besar hanya awal setiap kata, kecuali untuk kata sambung atau kata depan, misalnya : A. Latar Belakang Masalah; D.Tujuan dan Kegunaan Penelitian. Usulan penelitian dianggap sebagai su bab, jadi penulisannya seperti ketentuan pada bab skripsi.

  3. Penulisan sub dari sub bab, menggunakan huruf kecil, kecuali awal kalimat dan penggunaan huruf besar berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (misalnya nama kota)

2.      Penulisan huruf tebal dan miring

Ketentuan ini meliputi :

  1. Penulisan huruf tebal digunakan untuk menuliskan bab dan sub bab.

  2. Penulisan huruf miring digunakan untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing (bahasa inggris), kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Sedapat mungkin dihindari penggunaan kata asing, kecuali kata yang mempunyai pengertian khas.

3.      Penulisan petikan langsung

Pengetikan dappat dilakukan dengan 2 cara, karena itu jika salah satu cara telah dipilih, maka petikan langsung pada seluruh usulan penelitian dan skripsi harus menggunakan cara yang sam. Jarak antar baris petikan langsung tetap 2 spasi. Pengarang hanya ditulis nama belakangnya saja, diikuti koma tahun penerbiatan titik dua halaman. Penulisan petikan langsung dapat dilakukan dengan cara :

  1. Pada awal kalimat meliputi :

1)      Jika penulis hanya satu orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Husnan (1992;96) menyatakan bahwa sewa guna usaha adalah bentuk persewaan yang tidak bisa dibatalkan selam periode persewaan tersebut, dan diharuskan membayar biaya sewa secara periodik selama periode sewa tersebut.

2)      Jika penulis terdiri dari dua orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Siegel dan Shim (1993;98) menyatakan bahwa mungkin tolak ukur tunggal keberhasilan suatu organisasi yang paling luas dipergunakan adalah laba atas investasi (ROI)

3)      Jika penulis terdiri lebih dari dua orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Martin, dkk. (1993;178) menyatakan bahwa arus kas proyek dapat dikelompokkan dalam 3 kategori, yaitu :

1.      Pengeluaran awal

2.      Selisih arus kas selama umur ekonomia proyek

3.      Arus kas terminal (arus kas penutup)

  1. Pada akhir kalimat meliputi :

1)      Jika penulis hanya satu orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Sewa guna usaha adalah bentuk persewaan yang tidak bisa dibatalkan selam periode persewaan tersebut, dan diharuskan membayar biaya sewa secara periodik selama periode sewa tersebut (Husnan, 1992;96)

2)      Jika penulis terdiri dari dua orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Mungkin tolak ukur tunggal keberhasilan suatu organisasi yang paling luas dipergunakan adalah laba atas investasi (ROI) (Siegel dan Shim, 1993;98)

3)      Jika penulis terdiri lebih dari dua orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Arus kas proyek dapat dikelompokkan dalam 3 kategori, yaitu (Martin, dkk.,1993;178):

1.      Pengeluaran awal

2.      Selisih arus kas selama umur ekonomia proyek

3.      Arus kas terminal (arus kas penutup)

 

  1. Di tengah suatu kalimat

1)      Jika penulis hanya satu orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Sewa guna usaha sebagaimana dikemukanan oleh Husnan (1992;96) adalah bentuk persewaan yang tidak bisa dibatalkan selam periode persewaan tersebut, dan diharuskan membayar biaya sewa secara periodik selama periode sewa tersebut

2)      Jika penulis terdiri dari dua orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Tolak ukur tunggal keberhasilan suatu organisasi seperti dikemukanan oleh Siegel dan Shim (1993;98)

yang paling luas dipergunakan adalah laba atas investasi (ROI)

3)      Jika penulis terdiri lebih dari dua orang, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut.

Arus kas proyek menurut Martin, dkk. (1993;178) dapat dikelompokkan dalam 3 kategori, yaitu :

1.      Pengeluaran awal

2.      Selisih arus kas selama umur ekonomia proyek

3.      Arus kas terminal (arus kas penutup)

 

4.      Tabel, Gambar, dan Lampiran

Ketentuan ini meliputi :

  1. Pembuatan tabel dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1)      Nomor dan judul tabel di atas tabel, sedangkan sumber data ditulis di bawah tabel.

2)      Jika judul tabel lebih dari dua baris, maka jarak antar baris adalah 1 spasi

3)      Dalam membuat tabel, tidak perlu menggunakan garis pembatas kolom.

4)      Tabel tidak boleh dipotong, dan jika kertas kuarto tidak mencukupi (misalnya neraca keuangan), dapat digunakan kertas yang memanjang yang bisa dilipat.

Contoh penyusunan tabel dapat dilihat pada Lampiran 6.3.

  1. Pembuatan gambar dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1)      Nomor dan judul gambar ditulis di bawah gambar

2)      Jika judul gambar lebih dari dua baris, maka jarak antar baris adalah 1 spasi

Contoh penyusunan gambar dapat dilihat pada Lampiran 6.4.

  1. Pembuatan lampiran dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1)      Nomor dan judul lampiran ditulis di bawah gambar

2)      Jika judul lampiran lebih dari dua baris, maka jarak antar baris adalah 1 spasi

Contoh penyusunan gambar dapat dilihat pada Lampiran 6.5.

 

5.      Penulisan Daftar Pustaka

Ketentuan penulisan Daftar Pustaka dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Urutan nama pengarang berdasarkan urut abjad, dan tidak perlu diberi nomor.

  2. Jarak baris antara satu judul referensi dengan judul referensi lain, 2 spasi, sedangkan antara baris dalam 1 judul buka adalaha 1 spasi. Baris satu dimulai pada ketukan pertama, sedangkan baris dua dan seterusnya dimulai pada ketukan ke-6

  3. Nama pengarang untuk orang indonesia, ditulis biasa, sedangkan untuk orang asing, tuliskan terlebih dahulu nama belakangnya yang diikuti koma dan nam depannya yang disingkat, diletakkan di belakang koma.

  4. Setelah nama ditulis, beri tanda titik, kemudian diberi tahun dan titik . judul buku ditulis dan diberi garis bawah atau dietak tebal, diikuti titik koma, edidi, nama penerbit, dan kota penerbitan dilakukan.

  5. Jika dalam daftar poustaka ada dua buku atau lebbih dengan satu pengarang, maka penulisan nama satu kali dan diurutkan berdasarkan tahun penerbitan yang lebih dulu. Pada buku yang kedua nama pengarang diganti garis lurus, dan ketentuan yang lain sama.

  6. Jika diambil dari jurnal atau kumpulan tulisan, maka wajib mencantumkan nama jurnal serta halaman tulisan dalam jurnal tersebut.

Contoh penulisan daftar pustaka dapat dilihat pada Lampiran 6.3

Shared: